Hasil Bumi dan Semangat Perempuan Bangkalan Meriahkan Milad ‘Aisyiyah ke-108

Suasa di luar aula pelaksanan milad

SD MUTUBA - Suasana Aula SD Muhammadiyah 1 Bangkalan tampak berbeda dari biasanya pada Minggu (24/8). Sejak pagi, banyak peserta hadir dengan penuh antusias untuk mengikuti rangkaian acara Milad ‘Aisyiyah ke-108 yang digelar Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Bangkalan.

Acara ini mengusung tema nasional “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah Menuju Ketahanan Nasional.” Tidak heran, sepanjang acara terlihat banyak hasil bumi dipamerkan: dari sayuran segar, aneka umbi-umbian, hingga produk olahan pangan lokal. Kehadiran hasil bumi ini seolah mengingatkan pentingnya kemandirian pangan sebagai bagian dari perjuangan ‘Aisyiyah masa kini.

Rangkaian Acara

Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan penampilan ceria anak-anak TK ABA. Penampilan tersebut memberi warna hangat pada suasana sebelum peserta disuguhkan tayangan video ucapan selamat Milad dan profil perjuangan ‘Aisyiyah.

Setelah pembukaan dan tilawah Al-Qur’an, gema lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars ‘Aisyiyah berkumandang dengan penuh semangat.

Puncak acara ditandai dengan sambutan dari Ketua PDA Bangkalan, Syarifah Baroroh, yang menyampaikan rasa syukur sekaligus pesan mendalam.

“Milad kali ini menjadi pengingat bahwa perjuangan ‘Aisyiyah tidak hanya di ranah pendidikan dan sosial, tetapi juga dalam memperkokoh ketahanan pangan. Di Bangkalan, desa-desa memiliki potensi besar untuk menjadi qaryah thayyibah—desa yang baik, mandiri, dan mampu menopang ketahanan nasional,” ungkapnya.

Talkshow Inspiratif

Selepas sambutan, acara berlanjut dengan talk show bersama narasumber Dr. C. Henry Kusumas Karyadinata dan R.A. Rika Prarifitriya, S.P., M.Si. Narasumber membedah pentingnya membangun ketahanan pangan dari desa, dengan menekankan peran keluarga, perempuan, dan komunitas lokal.

Diskusi yang dipandu moderator Fitri Komala Sari, berlangsung interaktif. Peserta aktif bertanya, mulai dari pengolahan hasil bumi hingga strategi meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga.

Ajang Apresiasi

Menjelang akhir, suasana semakin meriah dengan pengumuman pemenang lomba. Sorak sorai peserta menambah hangatnya kebersamaan. Milad bukan hanya ajang peringatan, melainkan juga wadah menguatkan persaudaraan dan kreativitas.

Penutup

Milad ‘Aisyiyah ke-108 di Bangkalan meninggalkan pesan penting: ketahanan pangan dimulai dari rumah, diperkuat oleh desa, dan didorong oleh semangat perempuan yang berdaya. Kehadiran hasil bumi di acara ini seolah menjadi simbol bahwa kemandirian pangan bukan angan-angan, melainkan nyata dan bisa diwujudkan bersama.


Penulis : Sofi Koesminarsih

Lebih baru Lebih lama