MUTUBA NEWS - Suasana religius menyelimuti kegiatan kultum dhuha pagi ini di Masjid Attaqwa 1 Bangkalan. Kultum disampaikan oleh Ustadzah Rahmawati, guru BTHQ, dengan materi tentang keutamaan menghafal Al-Qur’an sebagai upaya menyegarkan kembali semangat dan meluruskan niat para siswa dalam menghafal Kalamullah.
Mengawali kultumnya, Ustadzah Rahmawati menyapa para siswa dengan penuh kasih. Ia menyampaikan bahwa dalam proses menghafal Al-Qur’an, sering kali anak-anak merasa lelah, bosan, bahkan putus asa. Tidak jarang hafalan yang sudah diulang berkali-kali terasa sulit dan lupa saat disetorkan, sehingga semangat pun menurun.
“Hal seperti ini wajar dialami oleh para penghafal Al-Qur’an. Maka dari itu, hari ini ustadzah ingin mengajak anak-anak semua untuk kembali mengingat keutamaan menghafal Al-Qur’an agar semangat dan niat kita kembali diperbarui,” tuturnya.
Ustadzah Rahmawati kemudian memaparkan beberapa keutamaan menghafal Al-Qur’an. Pertama, pahala yang berlimpah. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, bahwa setiap satu huruf Al-Qur’an yang dibaca akan dibalas dengan satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.
Kedua, penghafal Al-Qur’an termasuk golongan manusia terbaik. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari). Hadis ini menegaskan bahwa menjadi insan terbaik dapat diraih dengan belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.
Keutamaan ketiga, lanjutnya, pada hari kiamat penghafal Al-Qur’an akan dipakaikan mahkota dan pakaian kemuliaan, serta kedua orang tuanya akan diberi pakaian indah sebagai bentuk penghormatan dari Allah SWT. Hal ini menjadi bukti bahwa keberkahan menghafal Al-Qur’an tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri, tetapi juga oleh orang tua.
Selain itu, penghafal Al-Qur’an juga disebut sebagai keluarga Allah (Ahlul Qur’an), sebagaimana hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Mereka adalah orang-orang istimewa di sisi Allah SWT. Bahkan, Al-Qur’an kelak dapat memberikan syafaat kepada keluarga penghafalnya di akhirat.
Menutup kultumnya, Ustadzah Rahmawati berpesan agar para siswa terus menjaga semangat dalam menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an. Menurutnya, Al-Qur’an kelak akan menjadi penolong di hari kiamat dan penerang di alam kubur.
“Semoga kita semua, termasuk anak-anak dan keturunan kita, dijadikan Allah sebagai bagian dari barisan Ahlul Qur’an,” pungkasnya.
Kegiatan kultum dhuha ini menjadi penguat nilai spiritual sekaligus motivasi bagi siswa SD Muhammadiyah 1 Bangkalan untuk terus mencintai, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
penulis : sofi koesminarsih
