MUTUBA NEWS - Suasana khidmat menyelimuti kegiatan shalat dhuha di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, pagi ini. Usai pelaksanaan shalat dhuha, para siswa, guru, dan staf mengikuti kultum yang disampaikan oleh Ustadz Farozdaq dengan tema Keutamaan Membaca Al-Qur’an.
Dalam pembukaannya, Ustadz Farozdaq menyampaikan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa membaca Al-Qur’an bukan sekadar rutinitas, tetapi investasi pahala yang luar biasa besar.
Mengutip hadits dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu, ia menyampaikan sabda Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, bahwa setiap satu huruf yang dibaca dari Al-Qur’an akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Bahkan, “Alif Lam Mim” tidak dihitung satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.
“Bayangkan, anak-anakku. Setiap huruf yang kalian baca, bukan hanya suara yang keluar dari lisan, tetapi pahala yang Allah lipatgandakan,” tuturnya di hadapan para siswa.
Tak hanya itu, Ustadz Farozdaq juga mengingatkan tentang dahsyatnya hari kiamat kelak. Di saat harta, jabatan, bahkan keluarga tak mampu menolong, Al-Qur’an akan datang sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya. Ia membacakan hadits riwayat Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.”
Kultum yang disampaikan dengan bahasa sederhana namun menyentuh itu membuat para siswa semakin termotivasi untuk mencintai dan membiasakan diri membaca Al-Qur’an setiap hari.
Ustadz Farozdaq juga menyampaikan rasa syukur karena para siswa berada di lingkungan sekolah yang memfasilitasi berbagai kebaikan, termasuk program pembiasaan membaca dan belajar Al-Qur’an. Ia berharap seluruh keluarga besar sekolah guru, staf, dan kepala sekolah mendapatkan keberkahan dunia dan akhirat atas dukungan terhadap kegiatan-kegiatan kebaikan tersebut.
Kegiatan kultum dhuha ini menjadi penguat ruhiyah bagi seluruh warga sekolah, sekaligus pengingat bahwa setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca adalah cahaya dan tabungan syafaat di akhirat kelak.
penulis : sofi koesminarsih
