MUTUBA NEWS - SD Muhammadiyah 1 Bangkalan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas melalui pelaksanaan Tes Pemetaan dan Tes Diagnostik dalam rangka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan ini berlangsung dalam dua sesi yang terjadwal rapi sejak pagi hingga sore hari. Tes ini dirancang tidak hanya untuk mengukur kemampuan akademik calon siswa, tetapi juga untuk mengenali potensi, karakter, serta kesiapan belajar mereka sejak dini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta di depan kelas 1C. Para peserta melakukan absensi dengan menyebutkan nomor urut masing-masing serta mengumpulkan sertifikat Ummi bagi yang memiliki. Setelah itu, siswa diarahkan menuju kelas sesuai pembagian sesi.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi di aula SD Muhammadiyah 1 Bangkalan yang dipandu oleh MC, dilanjutkan sambutan dari Kepala Sekolah. Suasana hangat dan penuh semangat tampak dari antusiasme orang tua dan peserta yang hadir.
Memasuki inti kegiatan, peserta mengikuti tes psikologi di kelas 1A, 1B, dan 1C untuk menggali aspek perkembangan kognitif dan emosional anak. Sementara itu, wali murid mengikuti sesi wawancara secara bergantian di kelas 2B setelah menunggu di aula.
Selanjutnya, peserta mengikuti tes pemetaan di kelas 4A dan 4B yang meliputi kemampuan membaca, menulis dikte, dan berhitung (calistung), tes mengaji dengan metode Ummi, serta wawancara sederhana dalam bahasa Inggris.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar berkat kerja sama solid dari seluruh panitia dan guru yang terlibat.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, Ibu Isrotul Sukma, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam proses mengenali potensi peserta didik sejak awal.
“Tes pemetaan ini bukan sekadar seleksi, tetapi menjadi langkah awal kami untuk memahami karakter, kemampuan, dan kebutuhan belajar setiap anak. Dengan begitu, sekolah dapat memberikan layanan pendidikan yang tepat dan optimal,” tuturnya.
Sementara itu, Waka Kesiswaan Bapak Anton Wahyudi menambahkan bahwa keterlibatan orang tua menjadi poin penting dalam kegiatan ini.
“Kami sengaja menghadirkan sesi wawancara wali murid agar terjalin komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua. Sinergi ini sangat penting untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh,” jelasnya.
Dengan berakhirnya sesi kedua pada sore hari, seluruh peserta menyelesaikan rangkaian tes dengan penuh semangat. SD Muhammadiyah 1 Bangkalan berharap hasil dari tes ini dapat menjadi dasar dalam memberikan pendidikan terbaik bagi generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi.
penulis : sofi koesminarsih
