MUTUBA NEWS - Sorak gembira kembali terdengar di halaman SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (Mutuba), Senin (24/8/2026). Setelah upacara bendera selesai dilaksanakan, satu per satu nama pemenang MIC Fest atau Mutuba Islamic Competition Festival 2026 diumumkan.
Tidak hanya pengumuman, para pemenang juga langsung menerima hadiah atas prestasi yang berhasil diraih dalam ajang kompetisi tersebut.
MIC Fest menjadi salah satu bagian dari semarak kegiatan kemerdekaan di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan. Berbagai cabang lomba bernuansa Islami digelar bersamaan dengan rangkaian kegiatan Agustusan, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan kemampuan, keberanian, dan bakat yang dimiliki.
Empat cabang lomba yang dipertandingkan dalam MIC Fest, yakni Pildacil, Adzan, Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ), dan Qira'ah. Seluruh perlombaan dibagi dalam kategori kelas rendah dan kelas tinggi.
Azka Terbaik di Pildacil Kelas Rendah
Pada cabang lomba Pildacil kategori kelas rendah, Azka Yusuf Wiratama dari kelas 3A berhasil meraih juara pertama.
Kemampuan Azka dalam menyampaikan materi di hadapan dewan juri mengantarkannya menjadi yang terbaik pada kategori tersebut.
Juara kedua diraih Zhafira Marissa Wahyudi dari kelas 2A, sedangkan Adiba Afsheen Myesha dari P1 berhasil menempati posisi ketiga.
Sementara itu, pada kategori kelas tinggi, Naura dari kelas 6A berhasil meraih juara pertama. Disusul Inara Ayudia Fatharani dari kelas 5B sebagai juara kedua dan Aisyah Al Humaira dari kelas 4B sebagai juara ketiga.
Yafizhan dan Niro Juara Adzan
Persaingan juga berlangsung dalam cabang lomba Adzan. Pada kategori kelas rendah, Yafizhan Ziqri Kurniyawan dari kelas 3A berhasil menjadi juara pertama.
Juara kedua diraih Gibran Aly Zulfan dari kelas 2A, sedangkan Arfan Naufal Rafassya dari kelas 2B meraih juara ketiga.
Adapun pada kategori kelas tinggi, Niro Manggala Jatiningrat dari kelas 5A berhasil meraih juara pertama.
Posisi kedua ditempati Raden Fidelio Abqori Valiandra dari kelas 5B, sedangkan Boy Keenan Hutama Tiansyah dari kelas 4A meraih juara ketiga.
Ulya dan Nadira Terbaik dalam MHQ
Pada cabang Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) kategori kelas rendah, Ulya dari kelas 2B berhasil meraih juara pertama.
Juara kedua diraih Fahri dari kelas 2A, sementara Yusuf dari P1 menempati posisi ketiga.
Sementara pada kategori kelas tinggi, Nadira dari kelas 4A berhasil menjadi juara pertama.
Naufal dari kelas 5A meraih juara kedua, sedangkan Ziyad dari kelas 6A berhasil meraih juara ketiga.
Lomba MHQ menjadi wadah bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan hafalan Al-Quran yang telah dipelajari, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Quran sejak usia sekolah dasar.
Fathir Juara Qira'ah Kelas Tinggi
Pada cabang lomba Qira'ah kategori kelas rendah, Inez Haura Arike dari kelas 3B berhasil meraih juara pertama.
Posisi kedua ditempati Aisyah Hazna Humaira Rahman dari kelas 3C, sedangkan Nabila Abida Shakayla dari kelas 2C berhasil meraih juara ketiga.
Untuk kategori kelas tinggi, Fathir Atharrizqi Zunuhayi dari kelas 5B berhasil keluar sebagai juara pertama.
Juara kedua diraih Alby Omar Azmi dari kelas 5A, sementara Afsheena Kawaii Lilo El Besten dari kelas 4B menempati posisi ketiga.
Apresiasi bagi Para Juara
Pengumuman pemenang dan pembagian hadiah setelah upacara menjadi momen yang dinantikan oleh para peserta. Satu per satu nama juara dipanggil untuk maju menerima apresiasi atas usaha dan kemampuan yang telah ditunjukkan selama mengikuti MIC Fest.
Tepuk tangan dari teman-teman dan guru mengiringi para pemenang yang maju ke depan.
Lebih dari sekadar kompetisi, MIC Fest menjadiruang bagi peserta didik SD Muhammadiyah 1 Bangkalan untuk mengembangkan potensi di bidang keislaman. Melalui ajang ini, peserta didik tidak hanya belajar berkompetisi, tetapi juga dilatih untuk berani tampil, percaya diri, disiplin, dan menghargai proses.
Pemberian hadiah MIC Fest yang dilaksanakan bersamaan dengan pembagian hadiah Lomba Agustusan menjadi penutup yang manis dari rangkaian kompetisi di Mutuba.
Dengan adanya kegiatan seperti MIC Fest, semangat berprestasi diharapkan terus tumbuh di kalangan peserta didik. Baik yang berhasil meraih juara maupun yang belum memperoleh kesempatan menjadi pemenang, seluruh peserta telah menunjukkan keberanian untuk tampil dan berproses.
kontributor : tim humas mutuba (sofi koesminarsih)
.jpeg)