Dari Sampah Jadi Soal TKA: Pak Ma'ruf Gelar Open Class Matematika Kontekstual di Kelas 6B


MUTUBA NEWS - Program JKI (Jelajah Kelas Inspiratif) SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (MUTUBA) kembali berlanjut. Setelah Sabtu Belajar dan Lesson Design, kini giliran Open Class yang digelar di kelas 6B, Sabtu (13/9/2026).


Open Class kali ini diampu langsung oleh Bidang Kurikulum MUTUBA, Moh. Ma'ruf. Kegiatan ini menjadi bagian dari praktik baik JKI, program kurikulum MUTUBA yang memberikan ruang bagi guru untuk saling melihat, belajar, dan berbagi dari kelas ke kelas.


Dalam kegiatan tersebut, para guru MUTUBA hadir sebagai observer. Mereka tidak hanya menyaksikan proses pembelajaran, tetapi juga mencatat dan merefleksikan praktik baik yang nantinya dapat diterapkan di kelas masing-masing.


TKA Matematika yang Dekat dengan Kehidupan Siswa


Open Class kali ini mengangkat topik yang tidak biasa, yaitu TKA Matematika Berbasis Sampah Sekolah.


Pembelajaran tidak disajikan sebagai angka-angka abstrak di papan tulis. Pak Ma'ruf merancangnya secara kontekstual, mengajak peserta didik Kelas 6B untuk melihat permasalahan nyata yang ada di sekitar mereka: sampah di lingkungan sekolah.


Melalui tayangan proyektor yang terlihat di kelas, siswa diajak untuk menganalisis data sampah harian, menghitung volume sampah, mengolah data statistik, hingga merumuskan solusi pengelolaan sampah melalui pendekatan numerasi.


Peserta didik diajak menjadi problem solver. Mereka berdiskusi dalam kelompok, menghitung, dan mempresentasikan hasil analisisnya di depan kelas.


"Melalui soal TKA berbasis sampah, anak-anak diajak berpikir kritis. Matematika menjadi lebih bermakna karena mereka langsung melihat permasalahan nyata di sekitar mereka," tutur Pak Ma'ruf.


JKI: Guru Belajar dari Kelas


Bagi MUTUBA, JKI bukan sekadar kegiatan observasi kelas. Program ini menjadi ikhtiar membangun budaya belajar guru.


Seperti yang tampak pada foto, suasana Kelas 6B berlangsung tertib dan interaktif. Siswa dengan seragam batik khas MUTUBA tampak antusias memperhatikan penjelasan, sementara guru observer mencatat jalannya pembelajaran.


Pembelajaran dirancang dengan tiga prinsip Pembelajaran Mendalam, yakni berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Siswa tidak hanya memahami konsep TKA, tetapi juga diajak mengaplikasikan pengetahuan untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan.


Melalui Open Class ini, MUTUBA berharap praktik baik tidak berhenti di satu kelas. Guru belajar dari guru, kelas menginspirasi kelas, dan dari sampah sekolah, lahir pembelajaran matematika yang hidup dan bermakna.


Kontributor: Tim Humas SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (IN)

Lebih baru Lebih lama