Rapat tersebut bertujuan untuk merencanakan pelaksanaan tes akademik bagi calon siswa SPMB yang termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Tim inklusi duduk bersama dalam suasana kekeluargaan untuk menyusun strategi, instrumen, dan teknis pelaksanaan tes agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.
Dalam diskusi, tim membahas berbagai aspek mulai dari jenis asesmen, durasi tes, pendampingan, hingga penyesuaian soal agar ramah bagi ABK. Hal ini dilakukan agar proses seleksi tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga memberikan ruang yang adil bagi calon siswa berkebutuhan khusus.
Koordinator Tim Inklusi menyampaikan bahwa rapat ini merupakan langkah awal untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan.
"Kami ingin memastikan bahwa sekolah ini ramah bagi semua anak. Melalui tes akademik yang dirancang khusus ini, kami berharap bisa melihat potensi setiap calon siswa ABK dan menyiapkan program pembelajaran yang tepat untuk mereka," ujarnya.
Dengan adanya perencanaan matang dari Tim Inklusi, diharapkan pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berjalan inklusif, sehingga SD Muhammadiyah 1 Bangkalan semakin menjadi sekolah yang terbuka, peduli, dan berpihak pada keberagaman peserta didik.
Kontributor: Tim Inklusi SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (IN)
