Dari Mendampingi Siswa, Guru Shadow MUTUBA Dipercaya Jadi Juri Puisi Bulan Bahasa

 

MUTUBA NEWS - Setiap guru memiliki ruang pengabdian yang berbeda. Ada yang setiap hari berada di kelas mendampingi peserta didik, ada pula yang sesekali mendapat kesempatan untuk berbagi kompetensi di luar sekolah.

Hal itu dialami Mahardika Agung Wicaksono, S.Pd., guru shadow SD Muhammadiyah 1 Bangkalan. Pada momen Bulan Bahasa Tahun 2026, ia mendapat kepercayaan untuk menjadi juri membaca puisi dalam kegiatan yang digelar UPTD SMP Negeri 1 Bangkalan.

Undangan tersebut tertuang dalam surat resmi UPTD SMP Negeri 1 Bangkalan tertanggal 26 Oktober 2026. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (28/10/2026) mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai di UPTD SMP Negeri 1 Bangkalan, Jalan Letnan Ramli Nomor 1B.

Kepercayaan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kompetensi guru dalam bidang bahasa dan sastra, khususnya dalam memberikan penilaian pada penampilan membaca puisi.

Menilai Bukan Sekadar Memberi Nilai

Menjadi juri dalam lomba membaca puisi tentu bukan sekadar memberikan angka kepada peserta. Di balik penampilan seorang siswa, ada keberanian untuk tampil, proses latihan, penghayatan terhadap puisi, hingga usaha menyampaikan pesan melalui kata-kata.

Karena itu, seorang juri tidak hanya dituntut mampu melihat hasil akhir penampilan. Ia juga perlu memahami berbagai unsur dalam membaca puisi, seperti artikulasi, intonasi, ekspresi, penghayatan, dan keberanian peserta saat tampil.

Di sinilah pengalaman seorang guru menjadi bagian penting. Keseharian Mahardika sebagai guru shadow membuatnya terbiasa berada dekat dengan dunia peserta didik—mendampingi, mengamati proses mereka, sekaligus membantu menemukan potensi yang dimiliki setiap anak.

Kini, pengalaman tersebut membawanya pada ruang pengabdian yang berbeda: menjadi bagian dari proses apresiasi terhadap kemampuan siswa melalui kegiatan Bulan Bahasa.

Guru yang Terus Bertumbuh

Keterlibatan Mahardika dalam kegiatan tersebut juga menjadi cerita kecil tentang bagaimana seorang guru terus bertumbuh dan mengambil peran di berbagai ruang pendidikan.

Bagi SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, kepercayaan yang diberikan kepada salah satu gurunya menjadi bagian dari semangat untuk terus menghadirkan pendidik yang berkembang, berbagi, dan memberi manfaat lebih luas.

Terlebih, Bulan Bahasa menjadi momentum yang dekat dengan dunia pendidikan. Bahasa bukan hanya tentang rangkaian kata, tetapi juga cara anak menyampaikan gagasan, perasaan, dan keberanian untuk tampil di hadapan orang lain.

Dari sebuah undangan sederhana, ada cerita tentang kepercayaan. Dari seorang guru yang sehari-hari mendampingi siswa, ada kesempatan untuk ikut menjaga semangat anak-anak lain dalam mencintai bahasa dan sastra.


kontributor : tim humas mutuba (sk)

Lebih baru Lebih lama