Melalui pembelajaran Seni Rupa, Dewi Indah Sari, S.Pd., atau yang akrab disapa Bu Dewi, menghadirkan pengalaman belajar kreatif bagi siswa kelas III-C SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (MUTUBA) dalam kegiatan supervisi pembelajaran, Kamis (29/10/2026).
Mengangkat materi Ragam Karya Seni Hias: Motif Geometris dan Motif Alam, pembelajaran ini dirancang untuk mengajak siswa mengenali keindahan bentuk di sekitar mereka, kemudian menuangkannya menjadi karya pembatas buku yang menarik.
Kegiatan supervisi ini melibatkan Bu Yuli selaku supervisor KP dan Pak Makruf selaku supervisor dari unsur Wakil Kepala Sekolah (Waka).
Lebih dari sekadar kegiatan penilaian pembelajaran, supervisi menjadi momentum untuk melihat bagaimana kreativitas guru dapat menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
Ketika Benda Sederhana Menjadi Sumber Inspirasi
Pembelajaran dirancang dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), yang menghubungkan materi pelajaran dengan benda-benda nyata di sekitar siswa.
Bu Dewi menggunakan contoh seperti kain batik, helai daun, dan papan catur untuk membantu siswa mengenali perbedaan motif geometris dan motif alam.
Anak-anak diajak mengamati bentuk-bentuk yang memiliki pola teratur, seperti lingkaran, segitiga, dan persegi, serta membandingkannya dengan bentuk alami yang lebih luwes, seperti daun, bunga, dan hewan.
Dari pengamatan sederhana tersebut, siswa belajar bahwa seni tidak selalu harus dicari jauh-jauh. Keindahan dapat ditemukan pada benda yang setiap hari mereka lihat.
Pembelajaran ini juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan rasa syukur dan kekaguman terhadap keindahan ciptaan Allah SWT.
Menjadi Desainer Cilik Lewat Pembatas Buku
Bagian menarik dari pembelajaran ini adalah proyek Pembatas Buku Ragam Hias.
Melalui model Project-Based Learning (PjBL), siswa diajak berperan sebagai desainer cilik yang merancang karya seni sesuai kreativitas masing-masing.
Anak-anak diberi kesempatan memilih motif geometris atau motif alam sebagai inspirasi utama.
Mereka kemudian merancang pola menggunakan pensil, mempertegas garis dengan spidol, serta memberikan sentuhan warna agar karya terlihat menarik dan harmonis.
Setiap tahapan dirancang untuk melatih ketelitian, kesabaran, kemandirian, dan tanggung jawab siswa dalam menyelesaikan karya.
Menariknya, hasil karya tersebut bukan hanya menjadi pajangan, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai pembatas buku dalam kegiatan membaca sehari-hari.
Dengan demikian, siswa belajar bahwa kreativitas dapat menghasilkan sesuatu yang tidak hanya indah, tetapi juga bermanfaat.
Supervisi Bukan Sekadar Menilai, tetapi Menumbuhkan Kualitas Pembelajaran
Kegiatan supervisi menjadi bagian dari upaya SD Muhammadiyah 1 Bangkalan untuk terus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Dalam kegiatan ini, Bu Yuli selaku supervisor KP bersama Pak Makruf dari unsur Wakil Kepala Sekolah berperan dalam pelaksanaan supervisi pembelajaran Bu Dewi.
Supervisi menjadi ruang untuk memperhatikan bagaimana pembelajaran dirancang, bagaimana siswa dilibatkan secara aktif, serta bagaimana guru menghadirkan kegiatan yang bermakna.
Melalui pendekatan pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful), Bu Dewi berupaya menghadirkan suasana belajar yang tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga menghargai proses setiap anak.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap siswa memiliki cara dan keunikan tersendiri dalam mengekspresikan kreativitasnya.
Ada anak yang menyukai pola teratur, ada yang terinspirasi dari keindahan alam, dan ada pula yang menemukan ide melalui perpaduan warna.
Semua proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keberanian anak untuk berkarya.
Setiap Goresan Punya Cerita, Setiap Karya Layak Diapresiasi
Dalam rancangan pembelajaran, siswa juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya dan saling memberikan apresiasi.
Kegiatan ini bertujuan melatih keberanian berbicara, menghargai hasil karya teman, serta membangun rasa percaya diri.
Bagi Bu Dewi, pembelajaran Seni Rupa menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menanamkan nilai-nilai positif melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.
Melalui kegiatan supervisi ini, MUTUBA terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengeksplorasi potensi, menemukan ide, dan mengekspresikan diri.
Sebab, pendidikan bukan hanya tentang seberapa baik seorang anak mampu menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang bagaimana ia belajar menghargai proses, berani mencoba, dan menemukan kebahagiaan dalam berkarya.
Di balik setiap garis yang digambar, ada imajinasi yang sedang tumbuh. Di balik setiap warna yang dipilih, ada keberanian untuk berekspresi. Dan di balik setiap karya sederhana, ada potensi besar yang sedang berkembang.
Kontributor: tim humas mutuba (maw)
