MUTUBA NEWS - Wajah-wajah ceria menghiasi halaman SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, Selasa (13/10/2026) pagi. Saat sebagian orang mungkin masih menikmati udara pagi, siswa kelas 3A, 3B, dan 3C sudah bersiap melakukan perjalanan untuk mengikuti Kegiatan Tengah Semester (KTS).
Tujuan mereka kali ini adalah Rumah Pintar Juanda Cendekia Puspennerbal. Bagi siswa, KTS bukan sekadar meninggalkan ruang kelas. Ada pengalaman baru, kebersamaan, dan tentu saja cerita yang akan dibawa pulang.
Sejak pukul 05.30 WIB, para siswa mulai berkumpul di sekolah. Setelah memastikan kesiapan dan kelengkapan peserta, rombongan berangkat menuju lokasi pada pukul 06.30 WIB.
Perjalanan yang ditempuh sekitar tiga jam itu menjadi bagian tersendiri dari kegiatan. Anak-anak berada dalam satu perjalanan bersama teman-teman dan guru. Suasana kebersamaan pun mulai terasa bahkan sebelum tiba di tempat tujuan.
Belajar dengan Suasana Berbeda
Setibanya di Rumah Pintar Juanda Cendekia, siswa mengikuti kegiatan inti KTS mulai pukul 09.30 hingga 12.30 WIB.
Suasana belajar kali ini tentu berbeda dengan rutinitas mereka di dalam kelas. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk melihat, mengenal, dan mengalami pembelajaran dalam lingkungan yang berbeda.
Hal-hal sederhana selama perjalanan pun menjadi pembelajaran tersendiri. Mulai dari belajar disiplin waktu, menjaga barang pribadi, mengikuti arahan guru, hingga belajar bertanggung jawab ketika berada bersama rombongan.
Inilah salah satu hal menarik dari KTS. Belajar tidak selalu harus duduk di balik meja. Kadang, perjalanan, tempat baru, dan kebersamaan bersama teman justru menghadirkan pengalaman yang lebih membekas bagi anak-anak.
Setelah kegiatan inti, rombongan melaksanakan ishoma. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penutupan sebelum siswa bersiap kembali ke Bangkalan.
Didampingi Guru, Pulang Membawa Cerita
Kegiatan KTS kelas 3 ini didampingi oleh tiga wali kelas, yaitu Bu Novi (3A), Bu Mita (3B), dan Bu Dewi (3C).
Turut mendampingi Bu Lina, Pak Agung, Bu Annisa, Bu Lisa, dan Bu Riska. Sementara itu, Pak Subhan bertugas mengabadikan momen-momen kegiatan.
Kehadiran para guru bukan hanya memastikan kegiatan berjalan tertib, tetapi juga menemani setiap langkah anak-anak selama perjalanan. Ada yang mengingatkan, mendampingi, membantu, hingga sekadar menjadi teman berbagi cerita bagi siswa.
Menjelang sore, rombongan kembali menuju Bangkalan. Perjalanan pulang mungkin terasa panjang, tetapi ada satu hal yang membuatnya berbeda: anak-anak pulang membawa pengalaman baru.
KTS hari itu pun menjadi lebih dari sekadar agenda sekolah. Ia menjadi ruang kecil bagi siswa kelas 3 SD Muhammadiyah 1 Bangkalan untuk belajar tentang kebersamaan, kemandirian, dan keberanian menikmati pengalaman baru.
Karena bagi anak-anak, satu hari di luar kelas bisa menjadi satu cerita besar yang mereka ingat dalam perjalanan belajar mereka.
kontributor : tim humas mutuba (sk)
