MUTUBA NEWS – Di balik setiap ayat Al-Qur'an yang dilantunkan seorang anak, tersimpan proses panjang yang penuh kesabaran. Ada hafalan yang terus diulang, bacaan yang diperbaiki, serta doa orang tua dan guru yang mengiringi setiap langkah menuju keberhasilan.
Semangat inilah yang mengiringi pelaksanaan Pramunaqosah Tartil dan Tahfidz Juz 30, 29, dan 1 di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (MUTUBA), yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat–Sabtu (6–7/11/2026), mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, bertempat di Aula SD Muhammadiyah 1 Bangkalan.
Sebanyak 27 peserta didik tercatat mengikuti kegiatan ini. Berdasarkan daftar peserta, sebanyak 5 siswa mengikuti kategori Tartil, 18 siswa mengikuti kategori Tahfidz, dan 4 siswa mengikuti kategori gabungan Tartil dan Tahfidz.
Para peserta berasal dari berbagai jenjang kelas, mulai kelas 2 hingga kelas 6, dengan materi yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran masing-masing.
Kegiatan Pramunaqosah menjadi salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi ujian akhir atau Munaqosah. Melalui pendampingan para trainer, siswa diharapkan semakin siap, baik dalam kelancaran membaca Al-Qur'an maupun kekuatan hafalannya.
27 Peserta, 27 Perjalanan Mencintai Al-Qur'an
Setiap anak memiliki perjalanan yang berbeda dalam mempelajari Al-Qur'an.
Ada yang sedang berjuang memperlancar bacaan tartil, ada yang terus menguatkan hafalan, dan ada pula yang mempersiapkan diri untuk mengikuti kedua kategori sekaligus.
Dari 27 peserta yang terdaftar, lima siswa akan mengikuti penguatan tartil, delapan belas siswa mengikuti tahfidz, sementara empat siswa mempersiapkan kemampuan tartil dan tahfidz secara bersamaan.
Angka tersebut bukan sekadar data peserta. Di baliknya, ada proses belajar yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan pendampingan berkelanjutan.
Bagi MUTUBA, setiap usaha anak dalam mempelajari Al-Qur'an merupakan bagian dari perjalanan pendidikan yang patut dihargai.
Pramunaqosah pun menjadi ruang untuk memberikan penguatan sekaligus membantu peserta didik mengenali kemampuan yang telah berkembang dan bagian yang masih perlu diperbaiki.
Menguatkan Hafalan Mutqin, Menyempurnakan Bacaan Tartil
Melalui kegiatan Pramunaqosah, para trainer akan memberikan penguatan materi sesuai kategori yang diikuti masing-masing peserta.
Pada kategori tartil, pendampingan difokuskan pada kelancaran dan ketepatan bacaan Al-Qur'an berdasarkan kaidah tajwid.
Sementara itu, pada kategori tahfidz, penguatan diarahkan agar hafalan peserta didik semakin kokoh atau mutqin, sehingga ayat-ayat yang telah dipelajari dapat dilantunkan dengan lebih lancar dan terjaga.
Bagi peserta kategori gabungan, persiapan mencakup kedua kemampuan tersebut.
Proses ini menjadi pengingat bahwa membaca dan menghafal Al-Qur'an bukan hanya tentang menyelesaikan target pembelajaran, melainkan juga tentang menjaga kualitas bacaan dan hafalan secara berkesinambungan.
Setiap pengulangan ayat menjadi bagian dari ikhtiar. Setiap perbaikan bacaan merupakan langkah kecil menuju kemampuan yang lebih baik.
Menghadapi Munaqosah tentu menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta didik.
Sebagian anak mungkin telah merasa siap, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan penguatan dan motivasi.
Melalui Pramunaqosah, sekolah berupaya menghadirkan proses pendampingan yang membantu anak mempersiapkan diri secara lebih matang.
Kegiatan ini bukan semata-mata tentang kesiapan menghadapi ujian, tetapi juga tentang membangun keberanian, ketenangan, dan kepercayaan diri.
Anak-anak diharapkan memahami bahwa kesalahan dalam proses belajar bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan kesempatan untuk memperbaiki kemampuan.
Dengan pendampingan yang tepat, setiap peserta memiliki ruang untuk terus bertumbuh sesuai tahapan belajarnya.
Sinergi Ayah Bunda, Menguatkan Ikhtiar dari Rumah
Keberhasilan pembelajaran Al-Qur'an tidak hanya dibangun melalui kegiatan di sekolah.
Ada peran besar keluarga yang turut menentukan keberlanjutan proses belajar anak.
Melalui agenda Pramunaqosah, SD Muhammadiyah 1 Bangkalan mengajak Ayah dan Bunda untuk terus mendampingi putra-putrinya melakukan murojaah atau mengulang hafalan secara rutin di rumah.
Pendampingan dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana, seperti menyimak hafalan, membantu anak mengulang ayat yang belum lancar, serta memberikan semangat ketika mereka menghadapi kesulitan.
Begitu pula dalam pembelajaran tartil, dukungan keluarga diharapkan membantu anak menjaga kelancaran bacaan sesuai materi yang sedang dipelajari.
Bagi seorang anak, perhatian orang tua dapat menjadi sumber motivasi yang sangat berarti.
Ketika guru membimbing di sekolah dan orang tua mendampingi di rumah, proses belajar Al-Qur'an diharapkan menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Menyiapkan Generasi Qur'ani yang Berilmu dan Berakhlak
Sebagai sekolah yang mengedepankan pendidikan Islami, SD Muhammadiyah 1 Bangkalan terus berupaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak usia dini.
Pramunaqosah Tartil dan Tahfidz menjadi salah satu bagian dari ikhtiar tersebut.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap peserta didik tidak hanya semakin siap menghadapi Munaqosah, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, sabar, bertanggung jawab, dan mencintai Al-Qur'an.
Sebab, tujuan pendidikan Al-Qur'an bukan hanya menghasilkan anak-anak yang mampu membaca dan menghafal ayat demi ayat.
Lebih dari itu, sekolah berharap nilai-nilai Al-Qur'an dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.
Di balik 27 peserta Pramunaqosah, ada 27 perjalanan belajar yang layak diapresiasi. Di balik setiap hafalan yang terus diulang, ada ketekunan yang sedang tumbuh. Di balik bacaan yang semakin baik, ada kesabaran para guru dan trainer. Dan di balik langkah anak-anak menuju Munaqosah, ada doa serta dukungan Ayah Bunda yang senantiasa mengiringi.
Melalui sinergi sekolah dan keluarga, MUTUBA berharap Pramunaqosah menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam melahirkan generasi Qur'ani yang tidak hanya fasih membaca dan kuat menghafal, tetapi juga menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan.
Kontributor: tim humas mutuba (maw)