MUTUBA NEWS - Suasana pagi yang penuh keberkahan menyelimuti kegiatan kultum dhuha di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan. Dalam momentum bulan suci Ramadan, tausiyah kali ini disampaikan oleh Ustazah Muyasaro guru BTHQ yang mengangkat tema pentingnya tadarus Al-Qur’an sebagai amalan utama di bulan penuh rahmat.
Kegiatan yang dilaksanakan usai salat dhuha tersebut diikuti dengan khidmat oleh seluruh siswa. Dalam penyampaiannya, Ustazah Muyasaro menjelaskan bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, sehingga sudah sepatutnya umat Islam memperbanyak interaksi dengan Kalamullah melalui tadarus.
“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an,” tuturnya di hadapan para siswa.
Ia juga mengingatkan bahwa tadarus tidak harus menunggu waktu luang. Siswa dapat meluangkan waktu setelah salat fardhu, selepas salat dhuha, atau menjelang berbuka puasa. Konsistensi, meskipun sedikit, lebih utama daripada banyak namun tidak berkelanjutan.
Lebih lanjut, Ustazah Muyasaro menekankan bahwa membaca Al-Qur’an akan menghadirkan ketenangan hati serta menjadi syafaat di hari akhir. Oleh karena itu, Ramadan menjadi kesempatan emas untuk membiasakan diri berinteraksi dengan Al-Qur’an setiap hari.
Kultum dhuha ini menjadi bagian dari rangkaian pembiasaan ibadah selama Ramadan di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya semangat berpuasa, tetapi juga semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.
Dengan semangat Ramadan, seluruh warga sekolah terus berkomitmen membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
penulis : sofi koesminarsih
