14 Siswa Mutuba Uji Kemampuan Literasi dan Numerasi, Lomba Berjalan Lancar

 

MUTUBA NEWS - Sabtu pagi (17/10/2026), suasana aula SD Muhammadiyah 1 Bangkalan tampak lebih tenang dari biasanya. Namun, di salah satu ruang sekolah, sejumlah siswa terlihat serius menatap layar perangkat masing-masing.

Mereka adalah 14 siswa kelas 3, 4, dan 5 yang mewakili SD Muhammadiyah 1 Bangkalan dalam Olimpiade Literasi dan Numerasi tingkat Kecamatan Bangkalan.

Setelah sebelumnya mengikuti gladi bersih, hari ini mereka benar-benar berhadapan dengan soal-soal lomba. Tidak ada lagi simulasi. Tidak ada lagi sekadar mencoba aplikasi. Kali ini, mereka memberikan kemampuan terbaiknya.

Pelaksanaan lomba berlangsung secara daring dan berjalan lancar. Sejak awal kegiatan, kesiapan perangkat dan teknis peserta menjadi perhatian agar seluruh siswa dapat mengikuti perlombaan dengan nyaman.

Didampingi, Bukan Dibantu Menjawab

Selama pelaksanaan, para siswa mendapat pendampingan dari tim sekolah. Operator sekolah, Pak Sulton, memastikan kebutuhan teknis dan perangkat berjalan dengan baik.

Dari bagian Kesiswaan, Bu Rahma turut mendampingi siswa. Waka Sarana dan Prasarana, Ibu Dewi, juga memastikan sarana yang digunakan peserta mendukung kelancaran pelaksanaan lomba.

Sementara itu, guru pendamping Bu Rika dan Bu Novi turut membersamai para siswa selama mengikuti lomba.

Pendampingan dilakukan bukan untuk membantu siswa menjawab soal. Justru, anak-anak diberi ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka sendiri.

Hal tersebut sesuai dengan petunjuk teknis lomba yang mengatur bahwa peserta wajib mengerjakan soal secara mandiri. Guru atau pendamping hanya diperbolehkan membantu persoalan teknis penggunaan perangkat dan aplikasi, tanpa memberikan bantuan yang berkaitan dengan jawaban.

50 Soal untuk Menguji Nalar

Dalam Olimpiade Literasi dan Numerasi ini, peserta mengerjakan 50 soal pilihan ganda yang terdiri atas 25 soal literasi dan 25 soal numerasi.

Pada bagian literasi, kemampuan siswa diuji melalui pemahaman teks, menemukan informasi, menentukan gagasan utama, menyimpulkan bacaan, hingga menafsirkan informasi. Sementara numerasi mencakup bilangan, pengukuran, geometri, data, pola, perbandingan, serta pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan waktu yang terbatas, anak-anak belajar mengatur konsentrasi. Mereka membaca soal dengan teliti, berpikir, kemudian menentukan jawaban berdasarkan kemampuan yang telah dimiliki.

Bagi mereka, pengalaman ini bukan sekadar tentang mendapatkan nilai tinggi. Ada keberanian untuk mencoba, ketekunan menyelesaikan soal, dan kejujuran dalam mengerjakan setiap pertanyaan.

Kepala Sekolah: Jadikan Pengalaman untuk Bertumbuh

Kepala SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, Ibu Isrotul Sukma, menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah berani mengambil kesempatan untuk berkompetisi.

“Alhamdulillah, pelaksanaan Olimpiade Literasi dan Numerasi berjalan lancar. Ibu sangat mengapresiasi anak-anak yang sudah berani mewakili sekolah dan mengikuti proses ini dengan sungguh-sungguh. Apa pun hasilnya, jadikan pengalaman hari ini sebagai bagian dari proses belajar dan bertumbuh.”

Menurutnya, kompetisi bukan semata-mata tentang siapa yang mendapatkan juara. Lebih dari itu, anak-anak sedang belajar mengenali kemampuan dirinya, berani menghadapi tantangan, serta membangun sikap sportif dan bertanggung jawab.

“Semoga anak-anak mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan membawa semangat baru untuk terus belajar. Sekolah tentu akan selalu mendukung setiap proses dan potensi yang dimiliki anak-anak,” tambahnya.

Dari Berani Mencoba, Tumbuh Menjadi Percaya Diri

Keikutsertaan 14 siswa Mutuba dalam lomba ini menjadi salah satu ruang bagi mereka untuk belajar di luar rutinitas pembelajaran di kelas.

Sebelum hari pelaksanaan, mereka telah melalui proses persiapan. Bahkan, empat siswa kelas 4 sempat mengikuti gladi bersih di dalam kereta saat melaksanakan Kegiatan Tengah Semester menuju Museum Gubug Wayang. Mereka tetap berusaha menyelesaikan persiapan lomba di tengah perjalanan dengan didampingi Waka Kesiswaan, Bapak Anton.

Kini, seluruh proses itu telah sampai pada tahap pelaksanaan.

Alhamdulillah, lomba berlangsung lancar. Anak-anak telah menuntaskan tugas mereka dengan kemampuan terbaik yang dimiliki.

Bagi Mutuba, keberanian 14 siswa untuk tampil mewakili sekolah adalah sebuah langkah yang patut diapresiasi.

Sebab terkadang, prestasi tidak selalu dimulai dari sebuah piala. Ia bisa bermula dari keberanian seorang anak untuk berkata, “Saya mau mencoba.”

Dan Sabtu itu, 14 anak Mutuba telah memilih untuk mencoba.



kontributor : tim humas mutuba (sk)

Lebih baru Lebih lama