MUTUBA NEWS - Semangat untuk terus bertumbuh dan mengambil peran dalam gerakan perempuan muda berkemajuan membawa sejumlah guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah 1 Bangkalan turut ambil bagian dalam Musyawarah Wilayah (Musywil) XIII Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur.
Kegiatan yang menjadi bagian dari agenda akbar Musykerwil III dan Musywil XIII Nasyiatul Aisyiyah tersebut mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Gerakan Jawa Timur Berkelanjutan.” Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Dari SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, beberapa guru dan tenaga kependidikan tercatat sebagai peserta penuh dalam kegiatan tersebut. Mereka adalah Dian Farihani, Hilda Yulitina, Qonitatun, Yuni Kartika Sari, dan Farohatul Fitriyah.
Menjadi Ruang Belajar dan Menguatkan Gerakan
Keikutsertaan dalam Musywil bukan sekadar menghadiri sebuah agenda organisasi. Bagi para peserta, forum tersebut menjadi ruang untuk belajar, bertukar gagasan, sekaligus memperluas pengalaman dalam membangun gerakan perempuan muda yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dan masyarakat.
Tema yang diusung juga terasa dekat dengan keseharian para guru. Sebagai pendidik, perempuan tidak hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi lebih luas melalui organisasi dan gerakan sosial.
Semangat inilah yang membuat keikutsertaan guru dan tenaga kependidikan Mutuba dalam Musywil XIII Nasyiatul Aisyiyah menjadi bagian dari proses pengembangan diri sekaligus penguatan kader persyarikatan.
Membawa Semangat Berkemajuan dari Mutuba
Musywil XIII Nasyiatul Aisyiyah diharapkan menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan dan pengalaman dari kader perempuan muda Muhammadiyah se-Jawa Timur. Dari forum tersebut, para peserta dapat membawa pulang inspirasi untuk kemudian diterapkan dalam lingkungan kerja, keluarga, maupun masyarakat.
Bagi SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, keterlibatan guru dan tenaga kependidikan dalam kegiatan persyarikatan menjadi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang aktif, peduli, dan memiliki semangat berkemajuan.
Sebab, menjadi pendidik bukan hanya tentang menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik. Lebih dari itu, guru juga terus belajar, bergerak, dan mengambil peran untuk menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas.
Dari Ponorogo, semoga semangat “Perempuan Muda Berkemajuan” tidak berhenti di ruang musyawarah, tetapi kembali menjadi energi untuk terus bergerak dan memberikan kontribusi nyata dari Bangkalan.
kontributor : tim humas mutuba (sk)
