Dalam tausiyahnya, Ibu Miftahul Jannah mengajak seluruh siswa untuk memahami salah satu doa yang paling sering dibaca oleh umat Islam, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 201, “Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil-akhirati hasanatan waqina ‘adzaban-nar.”
Ia menjelaskan bahwa doa tersebut mengandung permohonan kebaikan yang menyeluruh, baik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat. Kebaikan dunia mencakup rezeki yang halal, kesehatan, kebahagiaan, serta keberhasilan dalam belajar dan beraktivitas. Sementara kebaikan akhirat adalah keselamatan, ampunan Allah SWT, dan balasan surga-Nya.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya hidup seimbang, tidak hanya fokus mengejar urusan dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal akhirat melalui iman, ibadah, dan akhlak yang baik. Doa ini, menurutnya, menjadi pengingat bahwa Allah SWT adalah sumber segala kebaikan dan manusia harus senantiasa bersandar kepada-Nya.
“Doa harus selalu diiringi dengan usaha dan amal saleh. Doa tanpa usaha adalah harapan kosong, sedangkan usaha tanpa doa adalah bentuk kesombongan,” tutur Ibu Miftahul Jannah di hadapan para siswa.
Melalui kultum dhuha ini, diharapkan para siswa semakin terbiasa berdoa dengan tulus, bersyukur atas nikmat yang telah diterima, serta bersemangat menjalani kehidupan yang penuh kebaikan dan ketakwaan sejak usia dini.
Kegiatan shalat dhuha dan kultum pagi ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan karakter mulia kepada seluruh peserta didik SD Muhammadiyah 1 Bangkalan.
penulis : sofi koesminarsih
