MUTUBA NEWS - Kegiatan shalat dhuha berjamaah di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan kembali diisi dengan kultum yang sarat makna, pada pagi hari ini. Kultum dhuha disampaikan oleh Ibu Izdihar Nadifa, guru shadow kelas 2A, dengan tema Pentingnya dan Keutamaan Menebarkan Salam.
Dalam tausiyah singkatnya, Ibu Izdihar mengajak para siswa untuk memahami bahwa salam bukan sekadar ucapan, melainkan amalan sederhana yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa seseorang tidak akan masuk surga hingga beriman, dan tidak akan sempurna imannya hingga saling mencintai. Salah satu amalan yang menumbuhkan rasa cinta tersebut adalah dengan menyebarkan salam di antara sesama.
“Surga bukan hanya tentang pahala, tetapi juga tentang hati yang saling mencintai karena Allah. Dan Islam mengajarkan bahwa cinta itu tumbuh dari amalan yang sederhana namun penuh makna,” tutur Ibu Izdihar di hadapan para siswa.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan adab memberi salam sesuai tuntunan Rasulullah SAW, sebagaimana hadits dari Abu Hurairah r.a., bahwa yang muda hendaknya memberi salam kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang lebih banyak. Penjelasan ini disampaikan dengan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa, seperti memberi salam kepada orang tua saat berangkat sekolah, menyapa guru di kantor, serta mengucapkan salam ketika memasuki kelas.
Melalui kultum ini, para siswa diharapkan terbiasa memulai interaksi dengan salam sebagai wujud akhlak mulia. “Memberi salam itu tanda anak yang sopan, berani, dan baik hati,” pesan Ibu Izdihar kepada anak-anak shalih dan shalihah.
Kegiatan kultum dhuha ditutup dengan doa bersama agar seluruh siswa menjadi anak-anak yang beriman, berakhlak baik, serta gemar menyebarkan salam sebagai bagian dari budaya islami di lingkungan sekolah.
Dengan pembiasaan ini, SD Muhammadiyah 1 Bangkalan terus berupaya menanamkan nilai-nilai karakter dan akhlakul karimah sejak dini melalui kegiatan keagamaan yang sederhana namun bermakna.
penulis : sofi koesminarsih
