MUTUBA NEWS - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dalam dunia pendidikan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar. Dr. M. Fadlillah, S.Pd.I., M.Pd.I berhasil meraih hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Program BIMA Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026.
Capaian ini menjadi bagian dari semangat Mutuba Impact Collaboration, sebuah gerakan kolaborasi berdampak yang mendorong kemajuan pendidikan melalui inovasi dan kemitraan strategis.
Dalam program tersebut, Dr. Fadlillah mengusung judul pengabdian “Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Interaktif Berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) Berbantuan AI untuk Smart Teaching bagi Guru SD Muhammadiyah 1 Bangkalan.” Program ini dirancang sebagai solusi konkret dalam menjawab tantangan pembelajaran di era digital.
Transformasi Pembelajaran Berbasis AI
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, guru dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi secara efektif dalam pembelajaran. Melalui pendekatan TPACK, program ini memadukan tiga aspek penting, yaitu pengetahuan konten, pedagogi, dan teknologi.
Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pelatihan ini diharapkan mampu membantu guru dalam merancang bahan ajar yang lebih interaktif, adaptif, dan menarik bagi siswa.
SD Muhammadiyah 1 Bangkalan Jadi Mitra Strategis
SD Muhammadiyah 1 Bangkalan dipercaya sebagai mitra sasaran dalam program pengabdian ini. Sebanyak 21 guru akan terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan.
Keterlibatan sekolah ini menjadi langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi di tingkat sekolah dasar. Kepala sekolah, Ibu Isrotul Sukma, S.T., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan.
Menurutnya, program ini menjadi peluang besar bagi guru untuk meningkatkan kompetensi, khususnya dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap guru-guru dapat menghasilkan bahan ajar yang lebih kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini,” ujarnya.
Wujud Nyata Kolaborasi Pendidikan
Program ini juga menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkemajuan. Universitas Trunojoyo Madura sebagai institusi asal Dr. Fadlillah berperan aktif dalam mendukung pengembangan kompetensi guru di daerah.
Melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar hasilnya dapat dirasakan secara nyata di ruang kelas.
Program ini diharapkan mampu berjalan optimal dan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas pembelajaran.
Menuju Smart Teaching di Sekolah Dasar
Implementasi program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan smart teaching di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan. Guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga inovator yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Ke depan, hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model yang bisa direplikasi di sekolah lain, sehingga manfaatnya semakin luas.
Dengan diraihnya hibah BIMA 2026 ini, semangat kolaborasi dan inovasi pendidikan terus tumbuh, membawa harapan baru bagi terwujudnya pendidikan yang adaptif, kreatif, dan berkemajuan di Indonesia.
penulis : sofi koesminarsih
