MUTUBA NEWS - SD Muhammadiyah 1 Bangkalan kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik melalui kegiatan psikoedukasi bertema pencegahan kekerasan seksual pada anak yang digelar di aula sekolah, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 6 SD hingga SMP Muhammadiyah 1 Bangkalan dengan penuh antusias.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala bidang Ketenagakerjaan Mutuba, Bapak Hilmi, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya edukasi sejak dini mengenai perlindungan diri bagi anak-anak. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga tempat membangun kesadaran, keberanian, dan rasa aman bagi seluruh peserta didik.
“Anak-anak perlu dibekali pemahaman tentang bagaimana menjaga diri, mengenali tindakan yang tidak pantas, serta berani berbicara kepada orang terpercaya ketika menghadapi situasi yang membuat tidak nyaman,” ungkap beliau.
Psikoedukasi ini menghadirkan mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura sebagai pemateri, salah satunya Aisyah Zalwa. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas mata kuliah “Kekerasan pada Manusia” sekaligus bentuk kolaborasi edukatif antara perguruan tinggi dan sekolah.
Dalam penyampaian materi, para pemateri menjelaskan pengertian kekerasan seksual pada anak, bentuk-bentuk kekerasan seksual, tanda-tanda korban, hingga cara menghadapi situasi ketika menjadi korban. Materi juga mengajak siswa memahami pentingnya mencari bantuan kepada orang terpercaya dan profesional apabila mengalami tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual.
Selain itu, siswa diajak lebih berani menjaga diri dan memahami bahwa setiap anak berhak merasa aman, dihargai, serta dilindungi. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan interaktif sehingga siswa dapat memahami materi dengan baik tanpa merasa takut atau tertekan.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 1 Bangkalan berharap dapat meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga diri, menghormati sesama, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak. Kolaborasi edukatif seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya preventif dalam melindungi generasi muda dari berbagai bentuk kekerasan.
penulis : tim humas mutuba
