Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Ustadz Farosdak selaku pembina upacara. Rangkaian kegiatan upacara berlangsung khidmat, mulai dari memasuki lapangan, menerima penghormatan, menerima laporan petugas, mengheningkan cipta, membacakan teks Pancasila, hingga penyampaian amanat.
Dalam amanatnya, Ustadz Farosdak mengajak seluruh siswa untuk menyadari potensi diri masing-masing. Ia mengibaratkan dengan kalimat “Ikan tidak diciptakan untuk memanjat pohon”.
“Kalimat ini mengajarkan bahwa setiap makhluk diciptakan dengan kemampuan yang berbeda. Ikan memang tidak bisa memanjat pohon, tetapi ia sangat ahli berenang. Burung bisa terbang tinggi, tetapi tidak dapat hidup di dalam air seperti ikan,” ujar Ustadz Farosdak.
Ia juga menekankan bahwa Allah Swt menciptakan setiap anak dengan kelebihan yang berbeda. Ada yang pandai berhitung, berbakat menggambar, mahir berolahraga, pandai berbicara di depan umum, dan ada pula yang memiliki akhlak yang sangat baik.
“Jangan pernah merasa rendah diri hanya karena kemampuan kita tidak sama dengan teman yang lain. Jangan minder karena kekurangan, dan jangan sombong karena kelebihan,” pesannya.
Ustadz Farosdak menutup amanatnya dengan harapan agar seluruh siswa SD Muhammadiyah 1 Bangkalan menjadi pribadi yang sukses dunia maupun akhirat.
Prestasi Gemilang Farresa Syafiqa Cahyana
Momen upacara Senin ini juga menjadi ajang apresiasi atas prestasi yang membanggakan. Salah satu siswi SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, Farresa Syafiqa Cahyana, kembali mengharumkan nama Bangkalan dengan meraih Medali Perak pada ajang Kejurprov Renang Yunior Jawa Timur 2026.
Farresa tampak hadir dalam upacara dengan mengenakan seragam lengkap dan kalungan medali peraknya. Prestasi ini menjadi bukti nyata dari amanat yang disampaikan, bahwa setiap anak memiliki potensi dan bidang keunggulan masing-masing.
Kepala Sekolah bersama dewan guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Farresa. Diharapkan prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang akademik maupun non-akademik.
Upacara ditutup dengan laporan akhir petugas dan penghormatan terakhir sebelum seluruh peserta meninggalkan lapangan dengan tertib.
Kontributor: Humas Mutuba
