Kegiatan JKI yang dilaksanakan pada Kamis (24/9/2026) ini mengangkat materi "Pentingnya Mematuhi Peraturan di Sekolah". Berbeda dari pembelajaran konvensional, Bu Nurul mengajak siswa untuk menjadi problem solver melalui 5 tahapan Design Thinking.
"Melalui Design Thinking, anak tidak hanya disuruh hafal aturan, tapi diajak merasakan, menemukan masalah, dan menciptakan solusinya sendiri. Jadi karakternya terbentuk," jelas Bu Nurul di sela kegiatan.
Modul yang dibagikan memaparkan alur pembelajaran 2 JP yang sangat sistematis:
1. EMPATHIZE / Peduli (10 Menit)
Siswa diajak mengamati gambar dan cerita pendek tentang situasi sekolah. Misalnya, ada siswa berbicara tidak sopan kepada guru, tidak memakai seragam rapi, hingga menyerobot antrean. Siswa diajak berempati: "Bagaimana perasaan guru jika disela saat menjelaskan?"
2. DEFINE / Menemukan Masalah (10 Menit)
Siswa diarahkan menemukan akar masalah bersama guru. Dirumuskan pertanyaan kunci: "Bagaimana cara kita mematuhi peraturan agar sekolah menjadi tertib, aman, dan nyaman?"
3. IDEATE / Mencari Ide (15 Menit)
Siswa dibagi dalam 4 kelompok dengan Kartu Masalah berbeda: Berbicara, Berpakaian, Ulangan, dan Antrean. Mereka berdiskusi dan menggambar solusi sederhana, seperti "Dengarkan guru dan angkat tangan sebelum berbicara" atau "Mengerjakan sendiri dan tidak menyontek."
4. PROTOTYPE / Membuat Solusi (15 Menit)
Hasil ide dituangkan dalam karya nyata berupa "Poster Aturan Sekolahku". Poster dihias dengan warna dan simbol versi anak-anak yang berisi aturan saat berbicara, berpakaian, saat ulangan, dan saat antri.
5. TEST / Mencoba Solusi (10 Menit)
Setiap kelompok mempresentasikan posternya dilanjutkan dengan role play / bermain peran. Siswa praktik langsung bertanya sopan kepada guru: "Bu/Pak, boleh saya bertanya?" dan praktik jujur saat ulangan serta tertib saat antre.
Kegiatan ditutup dengan refleksi bermakna. Siswa melengkapi kalimat: "Mulai hari ini saya akan..." dengan jawaban seperti "Mulai hari ini saya akan berbicara sopan kepada guru" dan "Mulai hari ini saya akan mengantri dengan tertib."
Kepala SD Muhammadiyah 1 Bangkalan mengapresiasi kegiatan JKI ini. Menurutnya, Jelajah Kelas Inspiratif menjadi wadah penting untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa dan relevan dengan Profil Pelajar Pancasila.
Dengan model Design Thinking ini, diharapkan aturan sekolah tidak lagi menjadi paksaan, melainkan kesadaran yang tumbuh dari empati dan kreativitas siswa sendiri.
Editor: Tim Humas SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (IN)
