MUTUBA NEWS - Memasuki hari kedua Latihan Dasar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (LDIK) Kids SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, peserta kembali mendapatkan pembekalan tentang kepemimpinan. Materi ketiga dalam rangkaian LDIK tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, Ibu Isrotul Sukma, S.T., S.Pd., M.Pd.
Dalam materi bertajuk Kepemimpinan IPM, peserta diajak memahami bahwa menjadi pemimpin bukan sekadar memiliki jabatan atau menduduki posisi tertentu dalam organisasi. Kepemimpinan justru dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri, memimpin orang lain, serta mengubah nilai-nilai Kemuhammadiyahan menjadi tindakan nyata.
Kepemimpinan Bukan Sekadar Jabatan
Ibu Isrotul menjelaskan bahwa dalam Muhammadiyah, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki jabatan, tetapi juga harus memiliki nilai dan tanggung jawab dakwah.
Karena itu, kepemimpinan dapat dilakukan oleh siapa saja. Ketua dapat menunjukkan kepemimpinan melalui kemampuannya mengelola organisasi, sekretaris melalui tanggung jawab administrasi, bendahara melalui pengelolaan amanah, maupun anggota melalui keberanian mengambil inisiatif dan membantu organisasi.
Peserta juga diajak memahami bahwa kepemimpinan IPM bukan tentang kekuasaan, melainkan proses belajar untuk memimpin diri sendiri dan orang lain.
“Pemimpin bukan orang yang paling banyak menyuruh, tetapi orang yang mau belajar, bertanggung jawab, memberi contoh, dan mengajak orang lain melakukan kebaikan,” menjadi pesan penting dalam pembelajaran tersebut.
Dari Nilai Menuju Aksi
Salah satu bagian utama materi adalah bagaimana nilai-nilai Kemuhammadiyahan tidak berhenti sebagai pemahaman, tetapi diwujudkan dalam tindakan.
Peserta dikenalkan dengan alur sederhana:
Nilai → Sikap → Aksi → Manfaat.
Misalnya, nilai tanggung jawab diwujudkan dengan sikap tidak menyalahkan orang lain ketika mendapat tugas, kemudian diwujudkan dalam aksi menyelesaikan amanah organisasi tepat waktu.
Demikian pula nilai kepedulian dapat diwujudkan dengan memperhatikan teman dan membantu ketika mengalami kesulitan. Dengan demikian, nilai yang dimiliki seorang kader dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Kepemimpinan Dimulai dari Diri Sendiri
Dalam materi tersebut, peserta juga diajak melakukan refleksi bahwa sebelum memimpin orang lain, seorang pemimpin harus mampu memimpin dirinya sendiri.
Hal itu dapat dilakukan dengan belajar mengatur waktu, menepati janji, bertanggung jawab terhadap tugas, berani mengakui kesalahan, mengendalikan emosi, tidak mudah menyerah, serta mau mendengarkan orang lain.
Peserta LDIK juga diingatkan bahwa menjadi kader IPM berarti memiliki kesiapan untuk terus belajar, menghadapi tantangan, dan memberikan manfaat.
Tiga kata kunci yang ditekankan adalah “Siap Belajar, Siap Berjuang, dan Siap Memberi Manfaat.”
Menyiapkan Pemimpin Cilik Masa Depan
Materi kepemimpinan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta LDIK Kids MUTUBA. Melalui pembelajaran yang diberikan secara langsung oleh kepala sekolah, peserta tidak hanya mendapatkan teori tentang kepemimpinan, tetapi juga diajak melihat kepemimpinan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kepemimpinan tidak harus menunggu seseorang menjadi ketua. Ketika seorang siswa berani bertanggung jawab, memberi contoh yang baik, membantu teman, dan mengambil inisiatif untuk melakukan kebaikan, pada saat itulah nilai-nilai kepemimpinan mulai tumbuh.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat semangat LDIK IPM Kids MUTUBA yang mengusung tema “Cilik Hari Ini, Pemimpin Masa Depan.” Melalui rangkaian pembelajaran ini, peserta dibimbing untuk tumbuh menjadi pelajar yang tidak hanya berani memimpin, tetapi juga memiliki nilai, tanggung jawab, dan kepedulian untuk memberikan manfaat bagi sesama.
kontributor : tim humas mutuba (sk)
