Kelas Tahfidz MUTUBA Segera Dimulai, Targetkan Siswa Tuntaskan Hafalan Juz 29

 

MUTUBA NEWS - Ada ikhtiar baru yang disiapkan SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (MUTUBA) untuk semakin mendekatkan siswa dengan Al-Qur’an. Mulai Senin (7/9/2026), Kelas Tahfidz MUTUBA resmi dimulai dengan gerakan “Satu Hari Satu Surat”.

Program tersebut menjadi salah satu hasil rapat persiapan Kelas Tahfidz yang digelar Jumat (4/9/2026) siang. Pertemuan dipimpin langsung oleh Waka Ismuba SD MUTUBA Ibu Qonita bersama Koordinator Ummi SD MUTUBA Ustadzah Soraya.

Dalam rapat, keduanya membahas kesiapan teknis pelaksanaan sekaligus mengevaluasi capaian hafalan para siswa yang akan mengikuti program tersebut.

Kelas Tahfidz akan berlangsung setiap pagi di Masjid At-Taqwa 1 Bangkalan, mulai pukul 06.00–07.00 WIB. Para siswa akan mendapatkan bimbingan langsung dari Ustadzah Soraya, Ustadzah Fitri, dan Ustadz Farosdaq.

Tinggal Sedikit Lagi, Juz 29 Segera Khatam

Salah satu fokus yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah capaian hafalan Juz 29.

Berdasarkan evaluasi kelompok Ustadzah Soraya, rata-rata siswa telah berada pada tahap akhir hafalan Juz 29. Sebagian besar bahkan disebut hanya membutuhkan tambahan sekitar tiga surat untuk benar-benar menuntaskan juz tersebut.

“Rata-rata ananda sudah hampir menuntaskan hafalan Juz 29. Perjuangannya tinggal sedikit lagi. Sebagian besar hanya kurang tiga surat terakhir untuk benar-benar khatam Juz 29,” ungkap Ustadzah Soraya dalam evaluasi.

Kondisi tersebut menjadi motivasi tersendiri agar siswa semakin konsisten dalam melakukan setoran dan murajaah. Selain Juz 29, terdapat pula siswa yang mulai melakukan drill hafalan Juz 1, khususnya pada QS al-Baqarah.

Sekolah Ajak Ayah Bunda Jadi “Penagih Hafalan”

Menariknya, program Kelas Tahfidz MUTUBA tidak hanya berhenti di sekolah. Sekolah juga mengajak Ayah Bunda untuk menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi hafalan ananda di rumah.

Melalui gerakan “Satu Hari Satu Surat”, Ayah Bunda diharapkan dapat mendampingi ananda melakukan setoran hafalan minimal satu surat setiap hari. Waktu yang disarankan adalah setelah Salat Maghrib atau sebelum tidur.

Dengan demikian, hafalan tidak hanya dikerjakan ketika mengikuti Kelas Tahfidz, tetapi menjadi kebiasaan yang terus hidup di rumah.

“Meminta atau menagih ananda untuk menyetorkan minimal satu surat setiap hari sebelum tidur atau setelah Salat Maghrib,” menjadi salah satu ikhtiar yang ditekankan dalam program ini.

Sekolah meyakini bahwa keberhasilan tahfidz membutuhkan sinergi. Guru membimbing di sekolah, sementara keluarga membantu menjaga ritme hafalan di rumah.

18 Siswa Akan Bergabung di Kelas Tahfidz

Sebanyak 18 siswa dari kelas 2 hingga kelas 6 dipersiapkan mengikuti pembinaan Kelas Tahfidz. Mereka adalah Shanum Sang Saiqa Bethari (2B), Annisa Hilya Zerin (2B), Ei Yukio Lubna Al Fath De Besten (2C), Irsyad Alfatih (4A), Annisa Zea Nilufer (4A), Kejora Sang Tungga Bethari (4A), Aisyah Al Humaira (4A), Muhammad Ahza Al Ausy (4B), Afsheena Kawaii Lilo El Besten (4B), Alessandro Arayendra Ananta (4B), Fitria Putri Vika (4B), Nadhira Athaleta Khairunnisa (4B), Fathan Arzaqi Setiawan (5A),Naufal Shidqi Firdaus (5A), Inara Ayudia Fatharani (5B), Naura Thafana Shafwan (6A), Naura Hasna Annida (6A), dan Rafid Raditya Ali Rakip (6B).

Kehadiran mereka dalam Kelas Tahfidz diharapkan menjadi ruang pembinaan yang lebih intensif untuk meningkatkan kualitas hafalan, memperkuat murajaah, serta membangun kedisiplinan dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Dari Masjid, Menumbuhkan Generasi Qur’ani

Pemilihan Masjid At-Taqwa 1 Bangkalan sebagai tempat pelaksanaan juga memberikan suasana tersendiri bagi program ini. Setiap pagi, sebelum aktivitas pembelajaran dimulai, para siswa akan mengawali hari dengan Al-Qur’an.

Bagi MUTUBA, Kelas Tahfidz bukan sekadar program menambah jumlah hafalan. Lebih dari itu, program ini menjadi ikhtiar untuk membangun kecintaan, kedisiplinan, dan kedekatan siswa dengan Al-Qur’an.

Melalui kolaborasi guru dan Ayah Bunda, gerakan “Satu Hari Satu Surat” diharapkan menjadi kebiasaan sederhana yang memberikan dampak besar.

Satu surat setiap hari. Sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya menjadi hafalan yang kuat dan menjadi bekal bagi ananda dalam perjalanan hidupnya.

Kelas Tahfidz MUTUBA pun siap dimulai. Dari masjid, dari satu surat setiap hari, MUTUBA menyiapkan generasi Qur’ani.


kontributor : tim humas mutuba (sk)


Lebih baru Lebih lama