Matangkan Open Class, Pak Ma'ruf Bedah Design Thinking Berbasis Masalah Sampah di Forum JKI MUTUBA


MUTUBA NEWS – Program unggulan JKI (Jelajah Kelas Inspiratif) SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (MUTUBA) kembali digelar. Jika sebelumnya JKI berfokus pada pelaksanaan Open Class, kali ini forum JKI masuk pada tahap yang lebih mendalam, yakni Lesson Design.


Kegiatan Lesson Design ini disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum MUTUBA, Moh. Ma'ruf, di hadapan seluruh dewan guru MUTUBA, Sabtu (13/9/2026).


Dalam forum tersebut, Pak Ma'ruf memaparkan rancangan pembelajaran inovatif yang akan diimplementasikan pada Open Class di Kelas 6B. Pembelajaran yang dirancang tidak biasa, yaitu Matematika dengan materi Relasi Pecahan dan Persentase yang dikaitkan dengan permasalahan kebersihan sekolah, dengan menggunakan Model Pembelajaran Design Thinking.


Tiga Sintak, Satu Tujuan: Empati Terhadap Kebersihan


Lesson Design ini dirancang untuk 5 JP dalam 3 pertemuan dengan alur Design Thinking yang sistematis. Pak Ma'ruf membaginya menjadi 3 sintak utama:


Sintak 1: Empathize - Senin, 14 September 2026

Pada tahap ini, siswa diajak mengidentifikasi permasalahan nyata di lingkungan sekolah melalui Mentimeter. Siswa mengamati hasil polling untuk menentukan masalah paling urgen, hingga disepakati bersama untuk mengangkat isu kebersihan.


Untuk membangun empati, siswa akan menonton video tentang bencana alam yang disebabkan sampah melalui PID, mengamati foto sampah berserakan di sekolah yang benar adanya bukan rekayasa, hingga mengamati denah kelas yang terbagi dalam relasi pecahan.


Siswa juga diajak mengamati langsung kondisi kebersihan kelas 6B, menentukan prosentasenya, dan jika ditemukan kelas terkotor, siswa akan melakukan wawancara kepada warga kelas tersebut sebagai bekal informasi.


Sintak 2: Define - Selasa, 15 September 2026

Di tahap Define, siswa mengumpulkan data temuan, menggambar denah sederhana kelas terkotor dan membagi menjadi beberapa bagian. Siswa menandai area kotor pada denah, menyatakannya dalam pecahan dan mengonversi menjadi persentase.


Data temuan kemudian dihubungkan dengan hasil wawancara dan didiskusikan sebab-akibatnya. Dari sini, siswa merumuskan masalah utama: "Siswa Kelas.... membutuhkan cara untuk meningkatkan kesadaran kebersihan secara rutin karena.... area kelas mereka saat ini kotor dan baru.... siswa yang terbiasa membuang sampah pada tempatnya, sehingga suasana belajar menjadi tidak nyaman."


Puncaknya, siswa mendiskusikan tantangan desain: "Bagaimana kita bisa merancang media visual pemantau kebersihan yang menarik agar dapat menurunkan area kotor kelas... dari.... bagian menjadi kurang dari.... bagian?"


Sintak 3: Ideate

Pada tahap Ideate, siswa mendapat arahan untuk memikirkan cara meningkatkan kesadaran siswa kelas terkotor agar berangsur menjadi lebih bersih. Siswa mengeksplorasi ide kreatif dengan kriteria: 1) Menggunakan ide visual/sistem yang mudah diterapkan di kelas target, 2) Wajib mengintegrasikan konsep Relasi Pecahan dan Persentase dalam mekanisme kerja solusi, 3) Interaktif.


Ide tersebut dituliskan dalam sticky note, dipilih 1 ide yang paling menarik, mudah dibuat, interaktif, dan disepakati bersama, serta menentukan alat dan bahan pembuatannya.


JKI: Dari Guru, Untuk Guru


Waka Kurikulum MUTUBA, Moh. Ma'ruf, menegaskan bahwa JKI bukan sekadar program observasi, melainkan ruang belajar bersama bagi guru.


"Melalui Lesson Design dengan model pembelajaran Design Thinking ini, kita ingin matematika tidak hanya berhenti di hitungan di atas kertas, tapi menjadi alat untuk memecahkan masalah nyata. Dari sampah, anak belajar pecahan, persentase, empati, hingga kreativitas," jelasnya.


Dengan adanya Lesson Design ini, diharapkan Open Class yang akan dilaksanakan di Kelas 6B tidak hanya menjadi tontonan, tetapi menjadi praktik baik pembelajaran mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta dapat direplikasi oleh guru-guru lain di MUTUBA.


Kontributor: Tim Humas SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (IN) 

Lebih baru Lebih lama