Angkat Budaya Madura, Tari “Amaen e Tambhe’ Buje” Bawa Mutuba ke 10 Besar

 

MUTUBA NEWS - Kabar membahagiakan kembali datang dari SD Muhammadiyah 1 Bangkalan. Kali ini, kabar tersebut hadir dari panggung seni tari. Persembahan tari bertema “Amaen e Tambhe’ Buje” berhasil mengantarkan tim tari MUTUBA masuk dalam 10 besar FANTASI CUP 2026.

Prestasi ini menjadi semakin istimewa karena karya yang dibawakan bukan sekadar rangkaian gerak tari, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengenalkan kekayaan budaya melalui kreativitas mereka.

FANTASI CUP 2026 merupakan ajang kompetisi Futsal dan Tari Siswa yang diselenggarakan HMP PGSD FKIP Universitas Trunojoyo Madura. Ajang ini memberikan ruang bagi siswa sekolah dasar untuk mengembangkan bakat, kreativitas, kerja sama, disiplin, serta kepercayaan diri melalui seni dan kompetisi.

Tujuh Penari, Satu Semangat

Tim tari SD Muhammadiyah 1 Bangkalan terdiri dari tujuh siswi yang tampil membawa semangat dan karakter masing-masing. Mereka adalah Calista Salsabila Azahra dan Inez Haura Arike dari kelas 3B, Kinanta Alea Nisaka dari kelas 3C, Jannahira Hana Dijaya dari kelas 4A, serta Bilqis Ar Royhani, Razania Thalita Putri Aldi­ansyah, dan Syifana Mumtaza Ayrosy dari kelas 5B.

Dengan penuh semangat, ketujuh penari tersebut mempersiapkan penampilan mereka untuk mengikuti tahap seleksi video.

Pengambilan video dilaksanakan pada Sabtu (17/10/2026) dengan didampingi PJ Kelas Talenta Tari, Ibu Nurul.

Proses tersebut tentu tidak berhenti pada latihan gerakan semata. Anak-anak belajar untuk saling menyesuaikan, menjaga kekompakan, mengingat pola lantai, mengikuti irama, sekaligus berani menampilkan ekspresi di depan kamera.

Hal ini sejalan dengan tujuan FANTASI CUP 2026 yang tidak hanya mencari kemampuan teknis, tetapi juga menumbuhkan sportivitas, kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan semangat berkompetisi secara sehat.

Dari Latihan Menuju 10 Besar

Perjuangan ketujuh penari MUTUBA akhirnya berbuah manis. Setelah melalui tahap seleksi video, mereka dinyatakan menjadi salah satu dari 10 penyaji terbaik yang berhak melaju ke Grand Final.

Seleksi video menjadi tahap awal sebelum para penyaji terbaik melanjutkan perjuangan di Grand Final.

Bagi SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, capaian ini bukan hanya tentang lolosnya sebuah tim ke babak berikutnya. Lebih dari itu, keberhasilan ini menjadi bentuk nyata bahwa ruang Talenta Tari di MUTUBA terus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berani berkarya.

Tarian “Amaen e Tambhe’ Buje” menjadi salah satu cara anak-anak MUTUBA belajar bahwa budaya dapat hadir dengan cara yang menyenangkan: melalui gerak, musik, ekspresi, kekompakan, dan keberanian untuk tampil.

Kepala Sekolah: Terus Bertumbuh dan Berani Berkarya

Kepala SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, Ibu Isrotul Sukma, menyampaikan apresiasi kepada para siswa dan pendamping yang telah berproses hingga berhasil masuk 10 besar.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian anak-anak MUTUBA. Masuk 10 besar adalah hasil dari keberanian mereka untuk berproses, berlatih, dan tampil dengan percaya diri,” tuturnya.

Menurutnya, setiap kesempatan tampil merupakan pengalaman berharga bagi anak-anak.

“Yang paling penting bukan hanya hasil akhirnya, tetapi bagaimana anak-anak belajar bekerja sama, disiplin, menghargai proses, dan berani menunjukkan potensi yang mereka miliki. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus bertumbuh dan berkarya,” imbuhnya.

Kini, ketujuh penari MUTUBA bersiap melanjutkan langkah menuju babak Grand Final. Sesuai panduan FANTASI CUP 2026, Grand Final akan diikuti oleh 10 penyaji terbaik dan dilaksanakan secara offline.

Selamat untuk para penari MUTUBA. Terus bergerak, terus berkarya, dan terus membawa nama baik sekolah melalui seni dan budaya.

Dari panggung kecil latihan, tumbuh keberanian besar untuk tampil dan menginspirasi. MUTUBA memang tempat anak-anak menemukan bakatnya, lalu berani menunjukkannya kepada dunia.


kontributor : tim humas mutuba (sk)

Lebih baru Lebih lama