Dari Jari-Jemari, Murid Kelas 3A MUTUBA Belajar Bersahabat dengan Perkalian Bersama Bu Nov


MUTUBA NEWS – Bagi sebagian murid, perkalian terkadang menjadi tantangan tersendiri. Mengingat angka demi angka membutuhkan latihan dan kesabaran. Namun, di kelas III A SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (MUTUBA), belajar perkalian dihadirkan melalui cara yang lebih dekat dengan dunia anak: menghitung sambil bergerak, mencoba, dan bermain dengan jari-jari tangan.


Bersama Noviatus Sholeha, S.E.I., yang akrab disapa Bu Novi, murid belajar memahami perkalian melalui strategi hitung loncat dan jarimatika. Mereka diajak mengenal perkalian 6 hingga 10 dengan cara yang tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi juga memberi kesempatan untuk menemukan pola dan mencoba sendiri.


Pembelajaran diawali dengan cerita sederhana tentang tujuh piring yang masing-masing berisi tujuh kue. Murid diajak memikirkan cara menghitung seluruh kue dengan lebih cepat. Dari sebuah situasi yang akrab dalam kehidupan sehari-hari, mereka mulai memahami bahwa perkalian dapat membantu menyelesaikan persoalan sederhana.


Selanjutnya, Bu Novi mengajak murid berlatih hitung loncat dan mengenal jarimatika. Jari-jari tangan yang selama ini digunakan untuk berbagai aktivitas kini menjadi alat bantu belajar. Murid mencoba mengikuti pola bilangan, memperagakan posisi jari, dan menemukan hasil perkalian melalui langkah-langkah yang mereka pelajari.


Proses belajar pun tidak hanya berisi penjelasan dari guru. Murid mendapat kesempatan untuk berdiskusi, mengerjakan lembar kerja, dan mencoba menyelesaikan soal bersama teman-temannya. Setiap kelompok berlatih sesuai dengan kesiapan belajar masing-masing, mulai dari melengkapi pola hitung loncat hingga menyelesaikan soal cerita.


Dalam proses tersebut, murid belajar bahwa memahami matematika membutuhkan ketekunan dan keberanian untuk mencoba. Ketika satu cara belum terasa mudah, mereka dapat mempelajari strategi lain. Kesempatan untuk berlatih dan menemukan jawaban menjadi bagian penting dalam perjalanan belajar mereka.


Supervisi sebagai Ruang Bertumbuh dalam Pembelajaran


Pembelajaran di kelas III A ini menjadi gambaran bahwa matematika dapat disampaikan melalui pengalaman yang melibatkan murid secara aktif. Hitung loncat dan jarimatika menjadi pilihan strategi untuk membantu murid memahami perkalian sesuai dengan kebutuhan belajarnya.


Dalam kegiatan supervisi pembelajaran, proses seperti ini memberikan ruang untuk melihat bagaimana rancangan pembelajaran diterapkan di kelas. Bukan hanya tentang materi yang disampaikan, tetapi juga bagaimana murid dilibatkan, diberi kesempatan mencoba, dan didampingi dalam membangun pemahaman.


Supervisi juga menjadi bagian dari refleksi untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran. Melalui pengamatan terhadap proses belajar, guru dapat mengenali hal-hal yang telah berjalan baik sekaligus menemukan ruang untuk perbaikan.


Matematika Bukan Sekadar Jawaban Benar


Bersama Bu Novi, murid kelas III A belajar bahwa matematika bukan hanya tentang seberapa cepat menemukan jawaban. Ada proses memahami pola, mencoba strategi, bekerja sama, dan berani menyampaikan hasil pemikiran yang sama pentingnya.


Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan semakin percaya diri dalam menghadapi perkalian. Hitung loncat membantu mereka mengenali keteraturan bilangan, sedangkan jarimatika menawarkan cara lain untuk berlatih menghitung.


Sebab, setiap anak memiliki perjalanan belajar yang berbeda. Ada yang cepat memahami, ada pula yang membutuhkan lebih banyak latihan. Dengan pendampingan dan kesempatan untuk mencoba, setiap langkah kecil dapat menjadi bagian berarti dari proses bertumbuh.


Dari jari-jari tangan yang sederhana, murid MUTUBA belajar bahwa angka tidak harus menjadi sesuatu yang menakutkan. Perlahan, melalui latihan dan rasa ingin tahu, perkalian dapat dipahami, dan kepercayaan diri pun tumbuh bersama proses belajar.


Kontributor: tim humas mutuba (maw)

Lebih baru Lebih lama