Menjadi Detektif Bahasa, Murid MUTUBA Bersama Bu Mitha Temukan Makna Empat Kata Ajaib dalam Supervisi Pembelajaran


MUTUBA NEWS – Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas III B SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (MUTUBA) menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Bersama Bu Miftahul Jannah, S. E. I., yang akrab disapa Bu Mitha, murid belajar mengenal empat kata ajaib, yaitu maaf, tolong, terima kasih, dan permisi, melalui kegiatan yang mendorong keaktifan, kerja sama, dan pembentukan karakter.


Dalam pembelajaran tersebut, murid diajak menjadi “Detektif Bahasa”. Melalui model pembelajaran Discovery Learning, mereka tidak sekadar menghafal kata, tetapi juga mencari tahu makna dan memahami penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.


Kegiatan diawali dengan pengamatan situasi yang dekat dengan keseharian murid, seperti ketika seseorang tidak sengaja menumpahkan es krim milik temannya. Dari situasi tersebut, murid diajak memikirkan kata yang tepat untuk digunakan sebagai bentuk komunikasi yang santun.


Suasana belajar semakin menarik ketika murid bekerja dalam kelompok untuk menemukan kartu-kartu berisi kata ajaib. Mereka kemudian mengelompokkan kartu, mendiskusikan penggunaannya, dan menyampaikan hasil temuan bersama teman-teman.


Tidak berhenti pada diskusi, murid juga mempraktikkan penggunaan empat kata ajaib melalui simulasi percakapan. Dengan cara ini, mereka memperoleh kesempatan untuk menerapkan pemahaman dalam situasi sederhana yang mungkin dijumpai di sekolah maupun di rumah.


Sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran, murid mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) secara individu dan melakukan refleksi. Tahapan ini membantu murid mengingat kembali materi sekaligus memahami pentingnya menggunakan kata-kata yang baik dalam berinteraksi dengan orang lain.


Supervisi Bukan Sekadar Menilai


Pembelajaran yang berlangsung di kelas III B menjadi gambaran bahwa proses belajar dapat dirancang agar murid terlibat aktif dalam menemukan pengetahuan. Dalam konteks supervisi pembelajaran, kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang untuk melihat bagaimana perencanaan pembelajaran diterapkan dan bagaimana pengalaman belajar dibangun di dalam kelas.


Supervisi pembelajaran bukan hanya berkaitan dengan penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran, tetapi juga dapat dimaknai sebagai bagian dari upaya refleksi dan pengembangan kualitas pembelajaran. Perencanaan yang terarah, aktivitas yang melibatkan murid, serta kesempatan untuk mempraktikkan materi menjadi unsur penting dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna.


Dari Empat Kata Ajaib, Tumbuh Karakter Baik


Melalui pembelajaran bersama Bu Mitha, empat kata ajaib diperkenalkan bukan sekadar sebagai materi Bahasa Indonesia, melainkan juga sebagai bekal berkomunikasi dengan santun. Kata maaf mengajarkan keberanian mengakui kesalahan, tolong membiasakan murid meminta bantuan dengan baik, terima kasih menumbuhkan sikap menghargai, sedangkan permisi mengajarkan kesopanan ketika hendak melakukan sesuatu.


Pembelajaran ini menunjukkan bahwa penguasaan bahasa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami kata, tetapi juga dengan cara menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan mencari, berdiskusi, bermain peran, dan berefleksi, murid memperoleh kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan dengan perilaku.


Sebab, pembelajaran yang bermakna tidak hanya meninggalkan pengetahuan di dalam pikiran, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai baik yang dibawa murid dalam kehidupan sehari-hari.


Kontributor: tim humas mutuba (maw)

Lebih baru Lebih lama