Supervisi Penuh Makna, Bu Hikmah Ajak Siswa MUTUBA Menebar Kebaikan Lewat Materi Meliuk dan Menerjang

 

MUTUBA NEWS – Supervisi pembelajaran bukan sekadar tentang menilai bagaimana seorang guru mengajar. Lebih dari itu, supervisi menjadi ruang untuk melihat bagaimana seorang pendidik menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, membangun keberanian, dan menumbuhkan kepedulian dalam diri anak-anak.

Semangat inilah yang tergambar dalam rancangan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (MUTUBA) oleh Hikmatus Sakinah, S.Pd., yang akrab disapa Bu Hikmah.

Melalui materi Meliuk dan Menerjang dengan fokus pada kalimat persuasif dan poster, Bu Hikmah mengajak siswa memahami bahwa kata-kata sederhana dapat menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan dan mengajak orang lain melakukan kebaikan.

Pembelajaran yang dirancang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) ini tidak hanya berorientasi pada pemahaman materi, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan berani menyampaikan pendapat.

Dari Persoalan Sederhana, Tumbuh Gagasan Bermakna

Dalam rancangan pembelajarannya, Bu Hikmah mengawali kegiatan dengan salam, doa, dan memastikan kesiapan belajar siswa.

Selanjutnya, siswa diajak mengamati gambar atau situasi yang menggambarkan kondisi kelas kurang bersih.

Persoalan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari tersebut menjadi pemantik untuk mengajak anak-anak berpikir dan mencari solusi.

“Menurut kalian, apa yang sebaiknya dilakukan?”

Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengemukakan pendapat sekaligus mengenal kalimat persuasif atau kalimat ajakan.

Alih-alih langsung memberikan jawaban, Bu Hikmah merancang kesempatan bagi siswa untuk menemukan gagasan melalui pengamatan dan diskusi.

Dari kegiatan sederhana ini, anak-anak diharapkan memahami bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab satu orang, melainkan bagian dari kepedulian bersama.

Ketika Kata-Kata Berubah Menjadi Karya

Pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui kegiatan diskusi kelompok.

Dengan menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), siswa diarahkan untuk mengidentifikasi kalimat persuasif, memahami pesan ajakan, dan mengembangkan gagasan menjadi poster sederhana.

Tema yang diangkat pun dekat dengan keseharian siswa, seperti menjaga kebersihan, gemar membaca, serta melestarikan seni dan olahraga tradisional.

Melalui kegiatan tersebut, setiap anak memiliki kesempatan untuk menyumbangkan ide, memilih kata-kata yang tepat, serta menuangkan kreativitas dalam bentuk gambar dan tulisan.

Poster yang dihasilkan bukan sekadar tugas Bahasa Indonesia. Karya tersebut diharapkan menjadi media bagi siswa untuk menyampaikan pesan positif kepada orang lain.

Di sinilah pembelajaran memiliki makna yang lebih luas. Anak-anak tidak hanya belajar menyusun kalimat, tetapi juga memahami bagaimana sebuah ajakan dapat menggerakkan orang lain melakukan hal baik.

Supervisi Menjadi Ruang Bertumbuh Bersama

Dalam kegiatan supervisi, proses pembelajaran menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana guru merancang pengalaman belajar yang berpusat pada siswa.

Bu Hikmah mengintegrasikan prinsip pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).

Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami tujuan pembelajaran, tetapi juga merasakan bahwa kegiatan belajar memiliki hubungan dengan kehidupan mereka.

Kesempatan untuk berdiskusi, membuat poster, dan mempresentasikan hasil karya menjadi bagian dari upaya membangun rasa percaya diri serta kemampuan berkomunikasi.

Sementara itu, kegiatan refleksi di akhir pembelajaran dirancang untuk membantu siswa mengingat kembali materi dan memahami manfaat yang diperoleh.

Supervisi pun diharapkan menjadi momentum bagi guru untuk terus merefleksikan praktik mengajar, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Bukan Hanya Mengajarkan Kata, tetapi Menanamkan Nilai

Melalui rancangan pembelajaran ini, Bu Hikmah menunjukkan bahwa materi Bahasa Indonesia dapat dihubungkan dengan pembentukan karakter siswa.

Kalimat ajakan yang sederhana dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kebiasaan baik, serta keberanian menyampaikan gagasan.

Bagi SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, pembelajaran yang bermakna merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai positif dalam kehidupan anak.

Kegiatan supervisi menjadi salah satu sarana untuk mendukung peningkatan kualitas guru agar terus belajar, berinovasi, dan menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Sebab, di balik sebuah poster sederhana, ada proses berpikir yang sedang tumbuh. Di balik kalimat ajakan, ada keberanian yang sedang dibangun. Dan di balik proses pembelajaran, ada guru yang terus berikhtiar memberikan pengalaman terbaik bagi anak didiknya.

Karena pendidikan yang bermakna bukan hanya membuat anak pandai merangkai kata, tetapi juga membimbing mereka menggunakan kata-kata untuk menebarkan kebaikan.

Kontributor: tim humas mutuba (maw)


Lebih baru Lebih lama