MUTUBA NEWS - Tiga penggerak kehumasan SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (MUTUBA) bertolak ke Malang untuk belajar satu hal penting: bagaimana menyampaikan cerita tentang pendidikan Muhammadiyah agar lebih hidup dan bermakna.
Mereka adalah Kepala SD Muhammadiyah 1 Bangkalan Ibu Isrotul Sukma, Waka Kehumasan Ibu Yuni Kartika Sari, dan bagian press release serta berita Ibu Sofi Koesminarsih.
Ketiganya mengikuti Akademi Jurnalistik Muhammadiyah (AJM) yang diselenggarakan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
AJM berlangsung di Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi, Kabupaten Malang, Sabtu–Ahad (10–11/10/2026). Kegiatan mengangkat tema “Optimalisasi Kehumasan Sekolah: Branding Pendidikan Berkemajuan Berbasis Jurnalistik.”
Bukan Sekadar Menulis Berita
Bagi sekolah Muhammadiyah, jurnalistik bukan sekadar aktivitas menulis berita. Lebih dari itu, jurnalistik menjadi salah satu cara untuk menyebarluaskan nilai-nilai pendidikan dan dakwah Muhammadiyah.
Tradisi jurnalistik Muhammadiyah memiliki fungsi sebagai alat perjuangan, dakwah, dan edukasi. Dalam konteks pendidikan, jurnalistik juga dapat membantu mengoptimalkan fungsi kehumasan sekolah sekaligus memperkuat citra lembaga di tengah masyarakat.
Hal inilah yang menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan kapasitas humas sekolah melalui AJM. Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan pimpinan dan humas sekolah Muhammadiyah dalam bidang kehumasan dan jurnalistik, memperluas syiar pendidikan Muhammadiyah melalui berbagai media, serta membangun hubungan sekolah dengan media internal maupun eksternal persyarikatan.
Belajar dari Reportase hingga Mobile Journalism
Selama mengikuti kegiatan, peserta mendapatkan materi yang cukup beragam. Di antaranya reportase pendidikan Muhammadiyah, media relations, service excellent, penulisan dan penyuntingan berita, serta foto dan video jurnalistik dengan pendekatan mobile journalism.
Pada hari pertama, peserta juga mengikuti materi Best Practice Branding, Marketing dan Media Relations Sekolah, strategi optimalisasi media sosial sekolah, hingga penulisan press release dan penyuntingan berita untuk menarasikan pendidikan Muhammadiyah. Setelah materi, peserta mengikuti praktik dan penugasan.
Sementara pada hari kedua, peserta mengikuti diskusi kelompok, presentasi, serta materi foto dan video jurnalistik dengan pendekatan mobile journalism dan media sosial. Kegiatan ditutup dengan perumusan rencana tindak lanjut.
Membawa Pulang Cara Bercerita
Keikutsertaan tiga perwakilan MUTUBA dalam AJM menjadi bagian dari ikhtiar sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan informasi dan publikasi.
Sebab, setiap kegiatan pendidikan memiliki cerita. Setiap prestasi siswa memiliki proses. Setiap program sekolah memiliki nilai yang layak diketahui masyarakat.
Melalui jurnalistik, cerita-cerita itu tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi dapat menjadi bagian dari syiar pendidikan Muhammadiyah yang informatif, edukatif, dan mencerahkan.
Bagi MUTUBA, belajar jurnalistik berarti belajar menemukan cara terbaik untuk menceritakan berbagai ikhtiar sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang berkemajuan.
kontributor : tim humas mutuba (sk)
