Petualangan Detektif Rangka, Bu Rika Bersama Siswa Kelas 5B MUTUBA Ungkap Rahasia Vertebrata dan Invertebrata Lewat Eksperimen Sinar-X

 

MUTUBA NEWS – Siapa sangka, cahaya senter dan selembar kartu bergambar hewan dapat membuka pintu petualangan sains yang penuh rasa ingin tahu. Benda-benda sederhana yang biasa dijumpai anak-anak ternyata dapat menjadi media pembelajaran menarik untuk mengenal rahasia kehidupan makhluk ciptaan Allah SWT.

Semangat inilah yang dihadirkan Rika Wandira, S.Pd., yang akrab disapa Bu Rika, guru SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (MUTUBA), melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas 5B bertajuk “Petualangan Detektif Rangka: Mengungkap Rahasia Vertebrata dan Invertebrata”.

Dalam rancangan pembelajaran tahun pelajaran 2026/2027 tersebut, Bu Rika memadukan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan model Discovery Learning. Siswa diajak mengenal perbedaan hewan bertulang belakang (vertebrata) dan hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) melalui kegiatan investigasi menggunakan kartu Sinar-X dan senter LED.

Bukan sekadar menghafal nama serta jenis hewan, anak-anak diarahkan menjadi detektif kecil yang mengamati petunjuk, mengumpulkan informasi, berdiskusi, dan menemukan jawaban melalui proses penyelidikan.


Dari Ikan Bandeng dan Udang, Sains Menjadi Dekat dengan Kehidupan

Pembelajaran dirancang berawal dari sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan anak-anak Madura.

Ikan bandeng, udang, dan cumi-cumi menjadi contoh hewan yang digunakan Bu Rika untuk menghubungkan pengalaman sehari-hari dengan konsep sains.

Melalui pertanyaan tentang makanan yang biasa dikonsumsi, siswa diajak memikirkan mengapa ikan bandeng memiliki duri, sedangkan udang dan cumi-cumi memiliki struktur tubuh yang berbeda.

Pertanyaan sederhana tersebut menjadi pintu masuk untuk memahami keberadaan tulang belakang pada hewan.

Dari pengalaman yang akrab dengan kehidupan mereka, anak-anak mulai diperkenalkan pada dua kelompok besar hewan, yaitu vertebrata dan invertebrata.

Pembelajaran ini mengajak siswa memahami bahwa ilmu pengetahuan tidak selalu ditemukan melalui penjelasan panjang di buku pelajaran. Sains juga hadir dalam kehidupan sehari-hari, bahkan melalui makanan yang tersaji di meja makan.


Misi Detektif Rangka, Mengungkap 20 Kartu Hewan Rahasia

Petualangan sains semakin menarik melalui aktivitas “Misi Detektif Rangka Sinar-X”.

Bu Rika menyiapkan 20 kartu bergambar hewan yang dirancang dengan ilustrasi struktur rangka tersembunyi. Melalui bantuan cahaya senter LED, siswa diajak mengamati petunjuk visual untuk membedakan hewan vertebrata dan invertebrata.

Dalam rancangan kegiatan, siswa dibagi menjadi lima kelompok kecil yang masing-masing beranggotakan empat hingga lima anak.

Setiap kelompok memperoleh satu set kartu hewan, senter LED, serta Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dikemas menyerupai dokumen penyelidikan.

Anak-anak mendapat tantangan untuk mengidentifikasi hewan yang memiliki tulang belakang dan hewan yang tidak memilikinya.

Mereka kemudian diarahkan mencatat hasil pengamatan, membandingkan informasi, serta mengelompokkan kartu berdasarkan karakteristik hewan.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak langsung diberikan jawaban. Mereka justru didorong untuk menemukan pengetahuan melalui proses mengamati, bertanya, dan berdiskusi.

Inilah yang menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Anak-anak tidak hanya mengetahui sebuah konsep, tetapi juga memahami bagaimana pengetahuan dapat diperoleh.


Belajar Menjadi Ilmuwan Kecil yang Berani Berpikir

Setelah menyelesaikan penyelidikan, setiap kelompok diarahkan untuk mendiskusikan hasil temuannya.

Dari 20 kartu hewan yang tersedia, siswa diminta mengelompokkan sepuluh hewan vertebrata dan sepuluh hewan invertebrata.

Mereka juga diperkenalkan pada lima kelompok utama vertebrata, yakni Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia.

Melalui LKPD bertema detektif, siswa belajar mencatat informasi, menyusun hasil pengamatan, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti yang ditemukan.

Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta kerja sama.

Anak-anak belajar bahwa sebuah jawaban tidak cukup hanya ditebak, tetapi perlu didukung oleh alasan yang dapat dijelaskan.

Setiap kelompok juga mendapat kesempatan untuk mempresentasikan hasil penyelidikannya, sementara kelompok lain dapat memberikan tanggapan.

Dari proses tersebut, siswa diharapkan tumbuh menjadi pembelajar yang berani bertanya, percaya diri menyampaikan pendapat, dan terbuka terhadap pemikiran orang lain.


Ketika Kejujuran Menjadi Bagian dari Pembelajaran

Ada nilai karakter yang turut mendapat perhatian dalam pembelajaran Bu Rika.

Setelah menyelesaikan kegiatan investigasi kelompok, siswa diarahkan mengerjakan Lembar Evaluasi Mandiri Tertulis.

Evaluasi tersebut memuat pertanyaan benar atau salah serta kegiatan mengelompokkan hewan vertebrata dan invertebrata.

Berbeda dengan aktivitas sebelumnya yang menekankan kerja sama, tahap ini memberi kesempatan kepada setiap anak untuk menunjukkan pemahamannya secara mandiri.

Bu Rika juga menyiapkan Lembar Refleksi Pembelajaran yang mengajak siswa mengenali perasaan dan perkembangan belajarnya.

Anak-anak dapat memilih gambar ekspresi yang menggambarkan perasaan mereka, kemudian menuliskan materi yang sudah dipahami, bagian yang masih membingungkan, serta harapan untuk pembelajaran berikutnya.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa belajar bukan hanya tentang mendapatkan nilai terbaik.

Belajar juga berarti berani mengakui kesulitan, jujur terhadap kemampuan diri, dan memiliki kemauan untuk terus memperbaiki pemahaman.


Menemukan Kebesaran Allah melalui Keanekaragaman Hewan

Keunikan lain dari rancangan pembelajaran Bu Rika terletak pada integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.

Keberagaman bentuk tubuh dan karakteristik hewan dikaitkan dengan kebesaran Allah SWT sebagai Sang Pencipta.

Melalui pengenalan berbagai jenis hewan, siswa diajak memahami bahwa setiap makhluk memiliki keunikan dan fungsi masing-masing.

Nilai tersebut dihubungkan dengan Surah An-Nur ayat 45, yang mengingatkan manusia tentang keberagaman makhluk hidup sebagai bagian dari ciptaan Allah SWT.

Bu Rika juga menyiapkan pesan karakter agar anak-anak menghargai keunikan setiap individu.

Sebagaimana hewan diciptakan dengan karakteristik yang berbeda, setiap anak pun memiliki kelebihan dan potensi masing-masing.

Tidak perlu merasa paling hebat ataupun berkecil hati karena kemampuan yang berbeda.

Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep sains, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama makhluk hidup.


Pembelajaran Mendalam, Menghadirkan Sains yang Bermakna

Rancangan pembelajaran Bu Rika mengintegrasikan tiga prinsip utama Pembelajaran Mendalam, yakni berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Prinsip berkesadaran diwujudkan melalui kegiatan pengamatan, diskusi, dan refleksi yang mengajak siswa memahami proses belajarnya.

Prinsip bermakna hadir melalui keterkaitan materi dengan kehidupan sehari-hari, terutama hewan yang akrab dengan lingkungan masyarakat Madura.

Sementara itu, prinsip menggembirakan diwujudkan melalui eksperimen kartu Sinar-X, permainan penyelidikan, dan aktivitas kelompok yang menumbuhkan rasa ingin tahu.

Melalui model Discovery Learning, siswa diarahkan untuk mengumpulkan informasi, menganalisis temuan, menarik kesimpulan, serta mengomunikasikan hasil penyelidikannya.

Dalam proses tersebut, Bu Rika menempatkan anak-anak sebagai subjek utama pembelajaran, sementara guru berperan sebagai pembimbing yang membantu mereka menemukan pengetahuan.

Pendekatan ini menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menekankan hasil akhir, tetapi juga menghargai proses berpikir setiap peserta didik.


Dari Cahaya Senter, Tumbuh Harapan Besar

Melalui “Petualangan Detektif Rangka”, Bu Rika menunjukkan bagaimana kreativitas guru dapat mengubah materi sains menjadi pengalaman belajar yang dekat dengan dunia anak.

Kartu hewan, cahaya senter, dan lembar penyelidikan sederhana dirancang menjadi sarana untuk membangun rasa ingin tahu serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Lebih dari sekadar mengenal perbedaan hewan vertebrata dan invertebrata, siswa diajak belajar tentang kerja sama, kemandirian, kejujuran, dan keberanian menemukan jawaban.

Bagi SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, pembelajaran semacam ini mencerminkan semangat menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.

Sebab, pendidikan yang bermakna bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang berhasil diingat anak, melainkan juga tentang bagaimana mereka belajar memahami, mencoba, menyelidiki, dan menghargai setiap proses.

Dari cahaya senter sederhana, terbuka jalan untuk mengenal keajaiban ciptaan Allah. Dari kartu-kartu hewan, tumbuh keberanian untuk menyelidiki. Dan melalui kreativitas Bu Rika, siswa kelas 5B MUTUBA diajak memahami bahwa setiap pertanyaan adalah awal dari pengetahuan, setiap percobaan adalah bagian dari pembelajaran, dan setiap anak memiliki kesempatan untuk menjadi penemu kecil yang penuh rasa ingin tahu.


Kontributor: tim humas mutuba (maw)

Lebih baru Lebih lama